unik

Lubang Pra Sejarah Ditemukan di Dekat Stonehenge Inggris.

Penemuan ini memungkinkan para arkeolog untuk menulis narasi detail tentang lanskap Stonehenge dalam 4.000 tahun terakhir.

National Geographic Indonesia
Arkeolog yakin penemuan ini pertanda 

TRIBUNJAMBI.COM - Temuan baru membuka jalan ke sejarah baru.

Sebuah lingkaran selebar dua kilometer dengan lubang-lubang pra-sejarah berdiameter lebih dari 10 meter dan kedalaman lima meter ditemukan di dekat Stonehenge, Inggris. 

Mengutip BBC Indonesia, lubang-lubang tersebut diperkirakan dibuat pada zaman Neolitik dan digali pada lebih dari 4.500 tahun yang lalu.

Menurut para ahli, 20 lubang tersebut setidaknya dipakai sebagai pembatas area sakral yang terkoneksi dengan Stonehenge.

India Makin Sangar, Sambut Peperangan Lawan China dengan Borong Mesin Tempur Kelas Berat dari Rusia

Lingkaran kuning kecil menandai lokasi penemuan. Durrington Wals ditandai dengan lingkaran cokelat. Sementara Stone Henge berada di kiri atas.
PA WIRE
Lingkaran kuning kecil menandai lokasi penemuan. Durrington Wals ditandai dengan lingkaran cokelat. Sementara Stone Henge berada di kiri atas.

Peneliti dari Universitas St Andrews, Dr Richard Bates, mengatakan bahwa masyarakat di masa lalu lebih rumit dari yang kita bayangkan. Hal ini diteliti melalui deteksi jarak jauh dan pengambilan sampel.

Selain itu, sedimen-sedimen yang telah diuji dari lubang-lubang tersebut menemukan kesan baru akan arsip informasi lingkungan yang kaya. 

Penemuan ini memungkinkan para arkeolog untuk menulis narasi detail tentang lanskap Stonehenge dalam 4.000 tahun terakhir.

Ini Penyebab Air Laut Berwarna Biru, Karena Sebuah Partikel

Selama ini, Durrington Wals merupakan kunci untuk pencarian cerita lanskap Stonehenge. Itulah mengapa penemuan ini menakjubkan, ungkap Dr Nick Snashall, arkeolog dari Lembaga Nasional Tempat-Tempat Bersejarah atau Keindahan Alam Inggris, khusus bagi Situs Peninggalan Sejarah Dunia Stonehenge.

"Penemuan yang menakjubkan ini menawarkan petunjuk tentang hidup dan keyakinan nenek moyang Neolitik kita," ucap Snashall di BBC Indonesia.

Artikel ini telah tayang di National Geographic Indonesia dengan judul Arkeolog Temukan Monumen Neolotik Berusia 4.500 Tahun Dekat Stonehenge

Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved