FLPP

Dapat Tambahan 1.240 Unit, Kuota Tambahan FLPP untuk BTN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah memutuskan untuk memberikan

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc
Sejumlah anak bermain di sebuah komplek perumahan di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6). Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mencatat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Juni 2020 mencapai Rp6,73 triliun. BTN mendapatkan tambahan kuota FLPP untuk 1.240 rumah tahun ini. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah memutuskan untuk memberikan tambahan kuota dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada Bank BTN sebanyak 1.240 unit. BTN akan menggunakan tambahan alokasi FLPP tersebut untuk mendukung pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.

“Kami mengapresiasi keputusan PPDPP atas penambahan kuota yang diberikan kepada BTN sebagai bank pelaksana dan BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR. Sekaligus akan kami manfaatkan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional di era new normal,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (25/6).

Penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi bank pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan. Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang ditetapkan PPDPP. Adapun per 31 Mei 2020, BTN merealisasikan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp 4,7 triliun.

Pahala optimistis, bank yang telah berpengalaman hampir 44 tahun menyalurkan KPR tersebut akan dapat mencapai target penyaluran KPR subsidi tahun ini, baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema subsidi selisih bunga maupun subsidi bantuan uang muka (SBUM).

“Pandemi covid memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah, namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi. Harga jual rumah yang terus naik setiap tahunnya menjadikan salah satu pertimbangan masyarakat khususnya MBR untuk segera memiliki rumah. Di samping itu fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR menjadi stimulus dalam pergerakan kebutuhan rumah pada saat ini,” kata Pahala.

Kinerja KPR subsidi dari bank dengan kode saham BBTN ini masih tumbuh positif. Berdasarkan catatan, posisi penyaluran KPR subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95% menjadi sebesar Rp102,94 triliun dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp 95,434 triliun.

Pahala optimistis tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi BTN yang tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar Rp103,49 triliun.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved