Payo Kepasar Semakin Meroket Penggunanya, Aplikasi Belanja Praktis

Khatami selaku CEO mengatakan, ”Payo Kepasar dirancang untuk mengatasi masalah kualitas dan harga belanjaan, serta jarak dan waktu yang bisa diselesai

ISTIMEWA
Khatami, penggagas aplikasi Payo Kepasar 

TRIBUNJAMBI.COM - Payo Kepasar menjadi salah satu aplikasi belanja yang banyak digunakan warga Kota jambi saat physical distancing di tengah pandemi Covid-19. Terbukti puluhan order selalu tercatat setiap harinya.

Aplikasi Payo Kepasar didirikan oleh Khatami, seorang anak muda asal Kota Jambi, yang mendedikasikan dirinya untuk pembangunan Provinsi Jambi dalam bidang teknologi E-commerce.

Sebelumnya, Khatami menghabiskan waktu untuk bekerja di Bandung, di sebuah creative agency, yaitu Ruang Raga.

Bersama koleganya, Ruang Raga bertugas mengurusi masalah digital marketing & strategi, design thinking, branding, art creator dan programming

Cikal bakal start up Payo Kepasar dimulai ketika Khatami terilhami dengan sifat konsumtif kekinian masyarakat Indonesia saat ini, yaitu mager.

Masalah jarak yang jauh ditempuh untuk ke pasar, dan waktu yang tidak efisien dengan jam kerja. Serta kondisi yang rawan terjadi di tengah keramaian seperti copet, parkiran yang desak-desakan atau kemungkinan terburuk saat di jalan pulang.

Konsep awal Payo Kepasar ini muncul pada Agustus 2019.

Khatami selaku CEO mengatakan, ”Payo Kepasar dirancang untuk mengatasi masalah kualitas dan harga belanjaan, serta jarak dan waktu yang bisa diselesaikan”.

“Dimulai dari November 2019, saya coba buat Minimum Viable Product (MVP) pertama kali sebagai produk minimum untuk uji coba aplikasi baru. Kemudian kita udah punya blueprint, kita tahu masalahnya apa, solusinya apa, bentuk aplikasinya, berapa pasar-pasarnya, lalu dijadiin MVP buat uji coba market," ujarnya.

“Januari MVP-nya jadi, awal uji coba MVP pada 16 Januari sampai bulan April 2020 dimulai dari ruang lingkup keluarga dan kerabat dekat. Kita coba A/B testing, sampai semua teknik development untuk mempercepat proses pertumbuhan aplikasi. Mei 2020 baru mulai aplikasi secara maksimal hingga Juni sampai sekarang, aplikasi ini sudah melakukan pembaruan ke versi 2.0," jelasnya.

Aplikasi Payo Kepasar merupakan solusi bagi kaum mager untuk belanja tanpa pergi ke pasar! (adv)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved