4 Perusahaan Tambang Lagi Bakal Divestasi Saham, Didominasi Komoditas Emas

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) baru saja merampungkan perjanjian definitif divestasi 20% saham. Usai Vale, ada empat perusaaan mineral lain

Instagram @thiessmining •
Ilustrasi: perusahaan tambang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) baru saja merampungkan perjanjian definitif divestasi 20% saham. Usai Vale, ada empat perusaaan mineral lain lagi yang bakal mendivestasikan sahamnya kepada entitas Indonesia.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengungkapkan, perusahaan tersebut harus menyelesaikan proses penawaran saham divestasi dan/atau melanjutkan kewajiban melepas sisa saham divestasi sampai memenuhi 51% kepemilikan Indonesia. Proses tersebut sudah berjalan sejak tahun lalu.

Adapun, keempat perusahaan tersebut memiliki kewajiban divestasi saham kepada entitas Indonesia dengan porsi yang berbeda. Rinciannya adalah: 1. PT Natarang Mining yang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 22%. Saat ini, perusahaan dengan komoditas emas itu mayoritas dimiliki oleh Natarang Offshore Pty. Ltd sebesar 85% dan Perseorangan sebesar 15%.

Kedua, PT Ensbury Kalteng Mining yang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 44%. Mayoritas perusahaan komoditas emas itu masih dimiliki oleh Ensbury Kalteng Pte. Ltd sebesar 94%, Ensbury International Ltd. sebesar 4% dan pemegang saham lainnya sebesar 2%.

Ketiga, PT Kasongan Bumi Kencana yang harus divestasi saham sebesar 19%. Perusahaan komoditas emas itu dimiliki 45% oleh Pelsart Kasongan Pty. Ltd, 40% dimiliki Idaman Kasongan Pty, dan 15% oleh PT Wisma Budi Kerti.

Terakhir, PT Galuh Cempaka, yang harus mendivestasikan sahamnya sebesar 31%. Mayoritas perusahaan komoditas intan itu dimiliki oleh Ashton MMC Pte. Ltd. sebesar 80% dan 20% oleh PT Aneka Tambang Tbk.

Sayangnya, mengenai detail waktu jatuh tempo dan batas penawaran masing-masing perusahaan, Yunus masih belum membuka secara rinci. Yang jelas, proses penawaran itu ditarget rampung tahun ini.

"Semua sedang proses penawaran dalam rangka kepemilikan Indonesia. Ditargetkan sesuai ketentuan bisa selesai di tahun 2020 semuanya," kata Yunus saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (23/6).

Sejatinya, ada satu perusahaan lagi yang memasuki penawaran divestasi saham di tahun ini, yaitu PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Namun, External Communications PT NHM Ramdani Sirait menyatakan, NHM telah merampungkan proses akuisisi saham ke entitas Indonesia pada Februari 2020 lalu.

Sehingga saat ini, NHM sudah sepenuhnya berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Halaman
12
Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved