Demi Dapat Kompensasi Rp 15 Juta, Warga Buat Ahan di Sungai Batang Merangin

Akhir-akhir ini marak warga membuat Penangkar Ikan (Ahan) di Sungai Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Demi Dapat Kompensasi Rp 15 Juta, Warga Buat Ahan di Sungai Batang Merangin
IST
ILUSTRASI Pemasangan penangkar ikan di Sungai Batang Merangin dan Danau Kerinci, kian marak

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra

TRIBUNJAMBI.COM,KERINCI - Akhir-akhir ini marak warga membuat penangkar ikan (Ahan) di Sungai Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Tujuannya agar bisa mendapatkan kompensasi dari Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Merangin Hidro.

Humas PT PLTA Kerinci Merangin Hidro, Israwan dikonfirmasi mengatakan, untuk kompensasi Ahan warga telah diberikan. Besarnya untuk satu ahan dibayar sebesar Rp 15 juta.

Objek Wisata Dikelola Pemprov Jambi Belum Dibuka, Dinas Terkait Menunggu Petunjuk Tim Gugus Tugas

Kecelakaan Maut di Tol Trans Sumatera Tewaskan Istri dan Anak Anggota Kodim, Begini Kronologinya

Foto Ular Hitam Ini Viral di Twitter, Muncul dengan Bentuk Aneh, Diduga Habis Telan Senapan AK-47

"Untuk kompensasi ahan warga telah kita bayar. Sengaja kita berikan karena berdampak, sungai nanti akan kita keruk," katanya.

Dijelaskannya, yang dibayar adalah ahan yang telah lama dibuat oleh warga. Di mana, ahan tersebut memang merupakan ahan milik nelayan untuk mencari ikan.

"Berdasarkan survei kita, jumlah warga yang memiliki ahan sekitar 50 orang. Terhadap warga tersebut telah kita bayar kompensasinya. Untuk satu ahan dibayar Rp 15 juta," ujarnya.

Disinggung saat ini telah banyak han baru yang dibuat warga, ia bilang  untuk kompensasi ahan telah dibayarkan dan tidak ada lagi kompensasi untuk ahan baru.

"Kita hanya bayar yang benar-benar miliki ahan untuk ekonomi mereka. Setelah kita data dan bayar, setelah itu ada lagi ahan baru itu tidak bisa kita bayar.

4 Presiden Indonesia Ini Selalu Guncang Dunia Lewat Prestasinya, 3 Diantaranya Lahir Bulan Juni Loh!

Kantor Urusan Agama Kecamatan di Kota Jambi Tetap Melayani Yang Ingin Menikah di Hari Libur Kerja

Presiden Jokowi Ulang Tahun, Ajudan Ikut Berikan Selamat Serta Doakan Hal Ini

Mengenai hal itu akunya, pihaknya sudah bersosisalisasi dengan masyarakat melalui kades, di tingkat desa.

"Sudah berkali-kali menyampaikan tapi masyarakat tetap membuatnya, kami tidak bisa melarang. Itu  tergantung pihak emerintah untuk menertibkanya lagi. Yang jelas kami tidak akan membayarnya," tegasnya.

Menurutnya,  tidak hanya ahan yang dibayar kompensasi dari pihak PLTA tapi Lahan yang terkena pelebaran Sungai dan Kecir Air juga mendapatkan Kompensasi. "Banyak lahan warga yang terkena itu kita bayar," pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved