Kesehatan
Tips dr Anisa Tri Agustini Cegah DBD, Jalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Dalam dan Luar Rumah
Menurutnya ada hal sepele yang diabaikan masyarakat namun dapat menjadi penyebaran DBD. Seperti menggantung baju, menumpuk barang, bahkan genangan...
Penulis: Nurlailis | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Corona yang menyerang seluruh dunia membuat fokus teralih pada virus ini sebab ada banyak sektor yang terdampak akibat penyebarannya.
Namun Dinas Kesehatan Kota Jambi hingga 5 Juni 2020 mencatat sudah ada 8 pasien meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sementara DBD menyerang warga sebanyak 616 pasien.
Dibandingkan dengan data tahun 2019 pasien DBD tercatat sebanyak 634 kasus, meninggal 10 pasien.
• Tangkal Hoax, Milenial Cantik Ini Ajak Generasi Muda Bijak Bersosial Media
• Ilmu Rahasia Nella Kharisma supaya Bisnis Moncer, Ternyata Dulu Belajar di Tempat Seperti Ini
Bisa dikatakan DBD terabaikan semenjak ada Covid-19, padahal DBD juga berbahaya.
Penyebab DBD diketahui adalah nyamuk Aedes aegypti yang senang tumbuh dan berkembang di genangan air yang bersih. Nyamuk jenis ini memang bisa dibilang sedikit berbeda. Mereka tidak suka tempat yang jorok dan kotor.
Maka dari itu, nyamuk Aedes Aegypti relatif lebih sering berkeliaran di sekitar manusia. Mereka juga membutuhkan darah manusia sebagai sarana untuk mematangkan telur agar dapat dibuahi.
Apabila nyamuk tersebut mengandung virus dengue, mereka sanggup menyebarkan virus penyebab demam berdarah itu dengan cepat dan hingga jauh. Kemampuan terbang nyamuk Aedes aegypti diketahui mencapai radius 100 - 200 meter.
dr Anisa Tri Agustini dari RS Baiturahim Jambi mengatakan upaya pecegahan DBD dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Semenjak ada Covid-19 masyarakat jadi lebih peduli terhadap protokol kesehatan, seperti cuci tangan dan pakai masker saat keluar rumah. Namun apakah pola hidup bersih juga diterapkan di rumah,” ungkapnya.
Menurutnya ada hal sepele yang diabaikan masyarakat namun dapat menjadi penyebaran DBD. Seperti menggantung baju, menumpuk barang, bahkan genangan air di dispenser.
Untuk membunuh jentik nyamuk dari dulu kita ketahui adalah dengan melaksanakan 3M atau menguras, menutup, mengubur yang dilakukan secara berkala minimal seminggu sekali, terlebih saat musim hujan.
• Meski Model Berhijab, Fadilah Rachmadani Fitri Tidak Pusingkan Gaya Rambut
• Daftar Harga HP Realme - Realme XT, Realme 5 Pro, Realme 5, Realme C3, Realme 5i, Realme Narzo
Hal lainnya bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan cupang, atau menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti lavender.
“Kalau foging itu dilakukan bila didaerah tersebut ada yang terserang DBD. Jalankan pola hidup bersih dan sehat di rumah dan di luar rumah,” jelasnya.
Pasien DBD biasanya adalah anak-anak, menurutnya imunitas anak dan orang dewasa berbeda sehingga anak-anak rentan untuk terkena DBD.