Warga Protes, Tauke Sawit dan Punya Mobil Mewah di Desa Nalo Gedang Dapat Jatah BLT Akibat Covid-19

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan akibat pandemi Covid-19, di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin menimbulkan polemik

Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
ILUSTRASI - Warga Dusun Jumbak melakukan aksi ke kantor Desa Jumbak, Bungo, mempertanyakan pembagian BLT 

Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan akibat pandemi Covid-19, di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, menimbulkan polemik baru.

Sebelumnya, pemerintah desa telah menyalurkan dana tersebut ditahap awal. Jumlah penerima sebanyak 150 orang. Namun, pada tahap kedua ini, jumlah penerima menjadi 286 orang. Artinya ada penambahan sebanyak 136 orang.

Penambahan kuota ini menjadi tanda tanya besar oleh warga, sebab mereka yang masuk daftar ini ada orang yang tergolong mampu.

Temuan KPK Pelatihan Kartu Prakerja Berpotensi Rugikan Negara, Anggota Komisi IX: Harus Dihentikan

Mendaftar Sebagai Cagub dari PAN, Safrial Paparkan Visi Misinya di Depan Ketua DPW PAN Jambi

Gara-gara Diputus Cinta, Pemuda Ini Nekat Sebar Foto Syur Kekasihnya di Akun Medsos Open BO

"Awalnya dibagikan 150 orang meskipun ada warga yang protes saya tidak ikutan, setelah itu ditambah lagi 136 orang. Namun, terpaksa saya protes karena banyak yang lebih mampu dari saya dapat sementara saya tidak," ujar Zulkifli warga setempat, Jumat (19/6/2020).

Lebih parah lagi, kata Zulkifli yang mendapat dana tersebut merupakan tauke sawit yang memiliki mobil Colt Diesel, ada juga yang memiliki mobil mewah dan bahkan ada juga yang sudah daftar haji ikut kebagian dapat.

"Sementara saya hanya pakai mobil carry buruk, tidak punya kebun, beli sawit kecil-kecilan sama sekali tidak terdata," tegas Zulkifli.

Untuk itu Zulkifli sangat menyayangkan pembagian BLT di Desanya yang sangat tidak tepat sasaran, dirinya siap untuk dipanggil kemana saja jika memang perlu pembuktian.

"Saya sangat menyayangkan kejadian ini dan bukan masalah iri, saya siap dipanggil kemana saja jika mau bukti," tegas Zulkifli.

Warga lain juga memprotes hal itu. Menurut dia, jika penambahan ini terus berlanjut, dikhawatirkan pembangunan didesa tidak akan dilakukan lagi, seperti jalan usaha tani, jalan setapak dan lain sebagainya.

"Habis disitu bae dana desa disini. Kacau kalau begini," kata warga. 

Penulis: muzakkir
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved