Advertorial

Jasa Raharja Jamin Pejalan Kaki Korban Lakalantas

Terkait banyaknya yang masih mempertanyakan siapa saja yang mendapat jaminan santunan, Jasa Raharja menegaskan bahwa pejalan kaki korban lakalanta

Istimewa
Jasa Raharja Jamin Pejalan Kaki Korban Lakalantas 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terkait banyaknya yang masih mempertanyakan siapa saja yang mendapat jaminan santunan, Jasa Raharja menegaskan bahwa pejalan kaki korban lakalantas juga termasuk ke dalamnya.

"Apakah hanya yang membayarkan sumbangan wajib di Samsat, dan berada di dalam kendaraan saat terjadi kecelakaan atau hanya penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum? Hal tersebut merupakan pertanyaan-pertanyaan yang kerap timbul dari masyarakat," papar Eva Yuliasta SE MSc, Kacab Jasa Raharja Jambi.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 jo Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, khususnya dalam Pasal 10 ayat (1), setiap orang yang berada di luar alat angkutan lalu lintas jalan, yang menimbulkan kecelakaan, yang menjadi korban akibat kecelakaan, dari pengguna alat angkutan lalu lintas jalan tersebut sebagai demikian, diberi hak atas suatu pembayaran dari Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Dengan demikian, apapun kedudukan orang yang menjadi korban dalam kejadian kecelakaan lalu lintas, apakah sebagai pengemudi/penumpang kendaraan bermotor, pengemudi/penumpang kendaraan tidak bermotor, pejalan kaki dan sejenisnya, sepanjang korban yang bersangkutan berada di luar (tidak berada di dalam) alat angkutan lalu lintas yang menimbulkan kecelakaan, maka korban berada dalam jaminan perlindungan Jasa Raharja dan berhak atas santunan Jasa Raharja,” jelas Eva, Jumat (19/6).

Dicontohkan Eva, sebagai salah satu kasus laka yang sering terjadi di jalan lintas seperti di Jaluko Kabupaten Muara Jambi pada Rabu (10/06) lalu, di mana mobil truk yang menabrak pejalan Kaki mengakibatkan luka-luka dan dirawat di RSUD.

“Kami pun langsung berikan jaminan kepada korban luka-luka tersebut. Intinya pejalan kaki ini menjadi korban pengguna alat lalu lintas, maka tetap mendapatkan hak atas suatu pembayaran dari Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan,” tandasnya. (*)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved