Lampu Skatepark di Danau Sipin Remang-remang, yang Main Diminta Bayar Token Listrik

Skatepark yang dibangun oleh Pemerintah dianggap kurang memadai bagi pemain skateboard di Jambi.

Tribunjambi/Ade Setyawati
Skatepark yang dibangun oleh Pemerintah dianggap kurang memadai bagi pemain skateboard di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Skatepark yang dibangun oleh Pemerintah dianggap kurang memadai bagi pemain skateboard di Jambi.

Terlihat dari bangunannya yang kurang memadai untuk bermain skateboard, arena skateboard juga sudah terlihat mulai retak.

"Skatepark pertama yang dibangun di Kota Jambi ini butuh perhatian lebih, karena tanahnya sudah agak turun dan retak juga, kalau dibiarin bakal bisa amblas, kalau sempat amblas tidak hanya berbahaya bagi yang main tetapi juga yang berjualan di samping skatepark," jelas Wawan pemain skatebord.

Saat ini butuh perhatian lebih dan harus dipantau lagi, selain itu ukuran lapangan yang tidak terlalu besar, terutama dipakai untuk jumlah pemain yang banyak.

Update Virus Corona di Jambi 17 Juli 2020, Tambah 1 Pasien Positif dari Sarolangun

Awal Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi Terbongkar di Persidangan

Pengunjung Wisata Danau Sipin Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Banyak yang Tak Pakai Masker

"Anak-anak Skateboard Jambi banyak, ukuran segini tidak mencukupi, pernah juga sekali mau main orangnya 50 lebih dengan lapangan yang kecil," tambahnya.

Selain itu lampu di tempat Wisata Danau Sipin juga agak remang-remang dan ditakutkan terjadi tindak kejahatan.

"Ini kan tempat wisata apa lagi agak masuk-masuk kedalam jadi harusnya memiliki lampu yang lebih terang, kalau sekarang lampunya agak remang-remang gitu, takutnya kan terjadi tindak kejahatan di sini" jelasnya.

Dengan lampu yang remang-remang, anak-anak skateboard juga diminta untuk membayar uang token listrik.

"Kadang anak-anak skateboard malam memang ada yang main, ada beberapa orang yang main karena kalau siang tidak cukup tempat untuk main, dan kita dimintain uang untuk bayar token listrik, kalau lebih fasilitas yang diberikan lebih memadai kami pasti bayarnya juga tidak keberatan," ucapnya.

Meskipun di kantor Gubernur yang telah dilarang bermain skateboard tetap di mainkan anak skateboard karena lebih nyaman dan aman.

"Harapan kami semua agar cepat diperbaiki agar tidak membahayakan dan jika kedepan ada pembangunan skatepark lagi, mohon untuk bekerjasama dengan orang yang dibidangnya, ayok sama-sama memajukan Kota Jambi," tutupnya.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved