Jambi setelah New Normal

Pabrik Karet Tak Beraktivitas Jadi Penyebab Turunnya Harga Jual Karet di Kabupaten Muarojambi

Hermansyah satu diantara pengepul karet juga mengatakan, penyebab menurunnya harga jual karet beberapa waktu lalu disebabkan virus corona.

Tribunjambi/Hasbi
Jual beli karet di Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Tak beraktivitasnya pabrik karet di Kabupaten Muarojambi menjadi penyebab turunnya harga karet.

Hermansyah satu diantara pengepul karet juga mengatakan, penyebab menurunnya harga jual karet beberapa waktu lalu disebabkan virus corona.

"Saat ini harga jual karet kami pengepul di pabrik Rp 7.000 per kg, sebelum virus corona mencapai Rp 9.000 per kg," ungkapnya Senin (15/6/2020).

Refly Harun Minta Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Dibebaskan, Tuntutan Ringan Dinilai Melecehkan

Merasa Sudah Dapat Bantuan, Warga Sarolangun Ini Kembalikan Uang BLT Rp 600 Ribu ke Kadus

Pastikan Tepat Sasaran, Bupati Bungo Tinjau Langsung Penyerahan BLT di Desa Purwobakti

Ia juga mengatakan dalam pembelian karet petani si Desa Bukit Baling para pengepul lakukan pelelangan antara pengepul lainnya.

Pengepul karet petani di Desa Bukit Baling dilakukan sistem lelang, penawaran yang paling tinggi itu yang dapat, kebetulan tempat pembelian karet di sini, buka dua minggu sekali, tepat harinya tiap Senin.

"Saya bisa mendapatkan mencapai 14 ton dalam sekali lakukan transaksi pembelian karet petani di Desa Bukit Baling,diperkirakan sebanyak 70-100 petani yang datang menjual karet nya di sini," ungkapnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved