Breaking News:

Polisi Sebabkan George Floyd Meninggal, Kota Minneapolis Sepakat Bubarkan Kepolisian Kota

Rencana pembubaran ini muncul tiga minggu setelah kematian pria Afrika-Amerika George Floyd, saat dibekuk di Minneapolis. Kematiannya memicu desakan

AFP/Seth Herald
Sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MINNEAPOLIS - Jumat (12/6/2020) waktu setempat, para pemimpin Minneapolis sepakat membubarkan kepolisian kota.

Sebagai gantinya mereka menyiapkan departemen keamanan "masyarakat". 

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas tuntutan massa dalam demo George Floyd yang mengusung isu rasialisme.

Rencana pembubaran ini muncul tiga minggu setelah kematian pria Afrika-Amerika George Floyd, saat dibekuk di Minneapolis

Kematiannya memicu desakan untuk mereformasi polisi.

Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat.
Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. (AFP/Roberto Schmidt)

Dewan Kota Minneapolis kemudian dengan suara bulat menyetujui reformasi itu.

Dilansir dari AFP Sabtu (13/6/2020), dewan kota akan "memulai proses keterlibatan masyarakat selama setahun, meneliti, dan mengubah struktur untuk menciptakan model baru demi meningkatkan keselamatan di kota kami."

Update Covid-19 Dunia hingga Sabtu (13/6) Pagi - 7,7 Juta Terkonfirmasi, Amerika & Brasil Tertinggi

Lowongan Kerja KPU - Perhatikan Syarat dan Domisili, Dibuka hingga 15 Juni 2020

"Pembunuhan George Floyd... oleh petugas kepolisian Minneapolis adalah sebuah tragedi yang menunjukkan bahwa tidak ada reformasi yang akan mencegah kekerasan dan pelecehan oleh beberapa anggota Departemen Kepolisian terhadap masyarakat kami, terutama orang kulit hitam dan kulit berwarna," imbuhnya.

"Bersama-sama, kami akan mengidentifikasi seperti apa keselamatan bagi semua orang."

Dewan Kota Minneapolis juga akan menyatukan para pemangku kepentingan, untuk menangani masalah-masalah pencegahan kekerasan, hak-hak sipil, kesetaraan ras, hubungan masyarakat, dan layanan darurat 911.

Halaman
12
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved