Kata Fadli Zon: Indonesia Bisa Dibilang Negara Demokrasi Abal-abal
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Indonesia telah salah arah menerapkan demokrasi pasca-reformasi
TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Indonesia telah salah arah menerapkan demokrasi pasca-reformasi.
Sebab, sistem yang dibangun tidak mengarah kepada substansi, namun lebih ke tataran teknis.
"Sebenarnya, Indonesia kalau mau dibilang sebagai negara demokrasi, demokrasi di kita ini demokrasi abal-abal sebetulnya. Jadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di dalam perubahan reformasi dulu," katanya dalam diskusi virtual bertajuk 'Menyoal RUU Tentang Pemilu dan Prospek Demokrasi Indonesia', Selasa (9/6/2020).
"Kita ini terbalik kita bicara tentang hal-hal yang sangat teknis tentang sistem-sistem itu, berdasarkan kekuatan-kekuatan dan tarik-menarik kepentingan politik jangka pendek," imbuhnya.
• Survey Kandidat Kuat Capres 2024, Prabowo Nomor Satu, Anies Baswedan Bersaing dengan Sandiaga Uno
• Berapapun Ambang Batas Pencalonan Presiden, Partai Gerindra Siap, Habiburokhman: Kami Ladeni
• Diduga Ada Aliran Duit Mengalir ke Kakak Ipar Menantu Mantan Sekretaris Mahkamah Agung
Di samping itu, sistem politik yang dibangun hanya diciptakan untuk jangka pendek, bukan jangka panjang.
Hal itu terlihat direvisinya UU Pemilu setiap lima tahun sekali. Menurut Fadli, seharusnya sebuah UU bisa bertahan hingga 20 tahun.
"Memang agak ironi karena sistem kita itu selalu dibahas setiap lima tahun sekali. Jadi undang-undang ini kan idealnya harusnya mempunyai jangka waktu yang panjang," ucap Fadli.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fadli Zon: Kalau Mau Dibilang, Indonesia sebagai Negara Demokrasi Abal-abal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/fadli-zon-tanggapi-pernyataan-prabowo.jpg)