Berita Sungai Penuh
Harga Anjlok, Petani Kopi Arabika di Kerinci dan Sungai Penuh Mengeluh
Bahkan, petani terpaksa merelakan hasil panen kopinya dijual dengan harga jauh dibawah standar.
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Petani kopi arabika di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengeluh sulitnya menjual hasil panennya.
Bahkan, petani terpaksa merelakan hasil panen kopinya dijual dengan harga jauh dibawah standar.
"Payah nian kami nak jual hasil panen, kalau pun ado, hargonyo jauh di bawah standar harga kopi arabika," keluh salah seorang petani kopi, Senin (8/6/2020).
• VIRAL Pernikahan Sehari Berakhir Jelang Malam Pertama, Penyamaran Mempelai Wanita Terbongkar
• Jadwal Pertandingan Liga Inggris: Diawali Laga Man City vs Arsenal & Tottenham vs MU, Live Mola TV
Senada juga disampaikan oleh salah seorang petani dan pengusaha kopi shop di Kota Sungai Penuh, Ikhsan Daraqtuni.
Ia menyebutkan, harga kopi saat ini sangat murah dan sulit untuk dipasarkan.
"Benar sekali, untuk saat ini, penjualan hasil panen kopi arabika sangat sulit sekali menjualnya. Jika pun ada pembelinya, harganya murah. Padahal sebelumnya harga kopi arabika bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kilonya, ini yang saya herankan," kata Ikhsan.
Ia berharap kepada pemerintah, melalui dinas terkait untuk bisa berupaya menstabilkan harga kopi arabika.
"Kita sangat berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk menelusuri penyebab anjloknya harga penjualan kopi arabika ini. Jika situasi terus begini, dikhawatirkan hilangnya semangat petani untuk menanam kopi yang sangat populer saat ini," harapnya.
"Jangan sampai nasib petani kopi arabika sama halnya dengan petani kulit manis beberapa tahun yang lalu, kasihan kita," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/masih-signifikan-petani-kopi-di-tanjab-barat-berharap-ada-kenaikan-harga.jpg)