Virus Corona
VIDEO Geger!, Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP Corona dari RS Labuang Baji Makassar
Dia mulai dirawat pada Rabu (3/6/2020) karena menunjukkan gejala serupa orang terinfeksi Virus Corona.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah kotak pendingin yang berisi dua buah sampel swab nyaris dibawa kabur oleh seorang warga saat jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah Sakit Labuang Baji Makassar diambil paksa keluarga.
Direktur rumah Sakit Labuang Baji Andi Mappatoba mengatakan, kotak penyimpanan tersebut dibawa kabur pada Jumat (5/6/2020) pagi tadi.
Kotak tersebut berisi sampel swab almarhum dan anaknya yang hendak dikirim ke laboratorium untuk diuji setelah dinyatakan PDP.
• Terungkap! Dua PNS yang Ditemukan Pingsan Dalam Mobil Tanpa Celana Ternyata Pasangan Selingkuh
• Ini Reaksi Keras Kadis Pendidikan Soal 2 PNS yang Ditemukan Pingsan dan Terlihat Tak Pakai Celana
"Ada hasil swab pasien tadi tapi masih utuh. Tidak ada yang tahu saat kejadian karena massa banyak sekali masuk, nanti di jalanan baru kelihatan ada yang bawa itu," kata Mappatoba kepada Kompas.com saat dihubungi, Jumat sore.
Aksi pengambilan paksa kotak penyimpanan itu akhirnya diketahui usai petugas keamanan RS Labuang Baji melihatnya di depan pintu masuk rumah sakit.
Mappatoba mengatakan, seandainya kotak tersebut terus dibawa akan menjadi bahaya bila warga yang meninggal tersebut benar-benar positif Covid-19.
"Jadi petugas kami meminta kembali. Yang jelas ketika kami melihat ada yang membawa itu, kami mengejar dan meminta itu (kotak pendingin) kembali. Sudah didapat," ujar Mappatoba.
Kronologi Sebelumnya
Sebelumnya diberitakan peristiwa sejumlah orang mengambil paksa jenazah PDP kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Puluhan orang mendatangi rumah sakit untuk mengambil jenazah PDP karena tidak ingin pemakaman berlangsung sesuai prosedur Covid-19.
Pengambilan paksa ini terjadi pada Jumat (5/6/2020) sekitar 09.50 Wita.
Momen itu sempat direkam dan beredar viral di media sosial.
Kepala Rumah Sakit Labuang Baji dr Mappatoba membenarkan adanya insiden tersebut.
Kejadian itu sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan.
"Yang bersangkutan dinyatakan pasien dalam pengawasan meninggal sekitar pukul 09.15 Wita. Belum diambil sampel swab-nya, jenazah sudah diambil paksa dan dibawa kabur. Jadi sementara menunggu tim gugus tugas datang, tiba-tiba datang sekitar 80 orang itu,” kata Mappatoba saat dihubungi.