Breaking News:

Pola Hidup New Normal di Pandemi Virus Corona Covid-19, Lakukan 4 Kebiasaan Ini Setelah Keluar Rumah

Pola hidup new normal ini dijalankan ditengah pandemi virus Coorna yang masih terjadi.

benefitsbridge.unitedconcordia.com
Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun 

Cuci tangan diklaim sangat ampuh untuk membunuh virus dan bakteri yang ada di tangan, termasuk virus corona.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga mengimbau untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun sebelum makan atau setelah beraktivitas.

Belum semua daerah bisa terapkan new normal

Tak semua daerah bisa terapkan new normal, Menkopolhukam Mahfud MD ungkap perbedaan kasus Virus Corona covid-19 di wilayah Anies Baswedan dan Risma, kondisinya berbanding terbalik.

Provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya mendapat sorotan tajam selama pandemi covid-19.

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Bulan Juni 2020, Lengkap dari Seri Redmi 7 hingga Mi 10 Rp 9,9Jutaan

Hal itu turut mendapat perhatian dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Jelang penerapan new normal, Mahfud MD menilai wilayah Tri Rismaharini alias Risma dan Anies Baswedan, dalam kondisi berbeda terkait kasus Virus Corona.

Kondisi yang berbeda ini membuat tak semua daerah di Indonesia bisa menerapkan new normal.

Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD hanya menekankan untuk setiap daerah yang sudah menerapkan new normal untuk tetap melakukan protokol kesehatan.

Dirinya mengatakan bahwa setiap daerah memang belum bisa semua melakukan new normal.

Hal itu disebabkan karena kondisi di setiap daerah berbeda-beda.

"Perkembangannya berbeda-beda setiap daerah ya, tetapi rumus yang berlaku bahwa kalau Anda menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh hasilnya akan tampak," ujar Mahfud MD.

Ia mengatakan bahwa dengan adanya protokol kesehatan, maka penanganan Virus Corona bisa terkendalikan dengan baik.

Mahfud MD lantas mencontohkan beberapa daerah yang saat ini kondisinya berkebalikan.

Pertama dirinya menyinggung kondisi DKI Jakarta dan Jawa Barat yang saat ini penyebaran kasusnya bisa dikatakan cukup terkendali.

Menurutnya, keberhasilan DKI Jakarta dan Jawa Barat karena tidak terlepas dengan dilakukannya protokol kesehatan yang baik.

"Nah buktinya di Jakarta misalnya, DKI Jakarta, lalu Jawa Barat, yang kemarin pada pertengahan Maret itu sangat mengkhawatirkan dan seperti menjadi teror," kata Mahfud MD.

"Nah sekarang sudah mulai melandai secara konsisten," imbuhnya.

"Itu artinya apa, kalau kita patuhi protokol kesehatan itu maka akan menjadi baik."

Kemudian Mahfud MD membandingkan dengan Jawa Timur, khususnya Surabaya dan Kalimantan Selatan yang belakangan ini justru mengalami peningkatan kasus.

Dirinya mengatakan faktornya tentu adalah kurangnya protokol kesehatan yang diterapkan.

Nasib Legenda Kopassus Bernama Agus Hernoto Usai Kehilangan Satu Kakinya di Operasi Benteng

"Akan menjadi terbukti yang sebaliknya juga jika kita tidak mematuhi dan virus penularan itu dibiarkan maka peningkatannya menjadi signifikan," ungkapnya.

"Misalnya Surabaya yang semula itu tidak seperti Jakarta atau Jawa Barat, sekarang Jawa Timur kemudian Kalimantan Selatan itu tinggi," jelasnya.

"Itu artinya protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk dipatuhi oleh masyarakat."

Lebih lanjut, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini meminta setiap daerah untuk meningkatkan protokol kesehatan, apalagi untuk daerah yang sudah melakukan pelonggaran.

"Oleh sebab itu kemudian kalau sekarang ini ada gagasan tentang masyarakat produktif dan aman Covid, itu kunci utamanya tetap di protokol kesehatan," terang Mahfud MD.

"Kalau sudah diberi pelonggaran untuk beraktivitas kok misalnya terjadi peningkatan kembali, maka pelonggarannya itu bisa dihentikan dan kembali pengetatan protokol," pungkasnya.

Nasib Legenda Kopassus Bernama Agus Hernoto Usai Kehilangan Satu Kakinya di Operasi Benteng

Viral Curhat Driver Ojol Dapat Rating Bintang 1 dan Akun Suspended karena Kembalian kurang Rp 200

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved