Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Seluruh Dunia Capai 6,8 Juta, Kasus Tertinggi Masih Terjadi di Amerika

Kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 6.824.038 kasus dengan angka sembuh yang jauh lebih banyak dibanding kematian.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
(AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER) (AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)
Staf medis memasukan seorang pasien terinfeksi coronavirus baru ke dalam ambulans Angers layanan darurat seluler (SMUR), selama persinggahan kereta TGV medis dari Strasbourg, di Angers, Prancis Barat, pada Kamis (26 Maret 2020). Di hari kesepuluh dari penguncian ketat (lockdown) di Perancis yang bertujuan untuk membatasi penyebaran COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru. 
 TRIBUNJAMBI.COM - Kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 6.824.038 kasus dengan angka sembuh yang jauh lebih banyak dibanding kematian.
Data kasus Covid-19 tersebut dengan angka kematian 397.344 dan sembuh 3.312.378 kasus pada Sabtu (6/6/2020).

Data yang dirangkum Tribunjogja.com (Tribunjambi.com Network) dari laman worldometers.info, angka pasien positif, sembuh dan kematian masih dipegang oleh Amerika Serikat.

Ingat Kang Mus Preman Pensiun, Epy Kusnandar Kirim Surat Keluhkan Pelayanan RS



Jumlah pasien positif virus corona di Amerika tercatat sebanyak 1.953.034, 111.374 meninggal dan sembuh 719.178.


Peringkat kedua masih ada Brasil dengan jumlah kasus Brasil 643.766, 34.973 meninggal dan 288.652 sembuh.

Berikut 10 Negara teratas dengan jumlah pasien Covid-19 di dunia :

1 USA 1,953,034
2 Brasil 643,766
3 Rusia 449,834
4 Spanyol 288,058
5 Inggris 283,311
6 India 236,184
7 Italy 234,531
8 Peru 187,400
9 Germany 185,414
10 Turkey 168,340

Malaysia bertahan di peringkat ke 62 dengan jumlah 8.266 kasus.

Jepang di peringkat ke 44 dengan jumah kasus sebanyak 17.064, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke 34 di bawah Kuwait di atas Ukarania.

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Jumat (5/6/2020) ada sebanyak 703 sehingga totalnya menjadi 29.521 orang.

Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 9.443 setelah ada penambahan sebanyak 551 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 49 orang sehingga totalnya menjadi 1.770.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 380.973 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 101 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 62 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 186 lab. Secara keseluruhan, 256.810 orang telah diperiksa dan hasilnya 29.521 positif (kulumatif) dan 227.289 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.320 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.592 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota di Tanah Air.

Di Pinggir Makam Soekarno, Jenderal Hoegeng Menangis, sejak 1971-1979 Makam Dilarang Dikunjungi



Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.766 orang, Jawa Timur 5.549, Jawa Barat 2.366, Sulawesi Selatan 1.726, Jawa Tengah 1.537 dan wilayah lain sehingga totalnya 29.521.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.751 disusul Jawa Timur sebanyak 1.207 Jawa Barat 764, Sulawesi Selatan 673, Jawa Tengah 407 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 9.443 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Yuk Login di Prakerja.Go.id, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4



Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 524 kasus, Banten 989 kasus, Bangka Belitung 81 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 238 kasus.

Selanjutnya di Jambi 101 kasus, Kalimantan Barat 205 kasus, Kalimantan Timur 317 kasus, Kalimantan Tengah 484 kasus, Kalimantan Selatan 1.213 kasus, dan Kalimantan Utara 167 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 223 kasus, Nusa Tenggara Barat 757 kasus, Sumatera Selatan 1.074 kasus, Sumatera Barat 607 kasus, Sulawesi Utara 391 kasus, Sumatera Utara 537 kasus, dan Sulawesi Tenggara 257 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 136 kasus, Lampung 141 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 178 kasus, Maluku 254 kasus, Papua Barat 175 kasus, Papua 918 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 121 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Kasus Yogyakarta Bawaan dari Jakarta

Kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah sebanyak 1 kasus pada 5 Juni 2020 dengan jumlah 106 sampel yang diperiksa di 3 lab.

Kasus baru ini tercatat sebagai kasus 240 yakni perempuan usia 29 tahun warga Kota Yogyakarta.

Bertambahnya kasus baru ini membuat jumlah kasus positif Covid-19 di DIY sebanyak 238 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan bahwa kasus 240 memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan tiba di Yogyakarta pada 1 Juni 2020.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kasus 240 datang ke Yogya dengan tujuan untuk melahirkan.

"Berdasarkan laporan rumah sakit, kasus 240 masuk rumah sakit pada 2 Juni, lalu melahirkan (di tanggal yang sama)," ungkapnya, Jumat (5/6).

Berhubung kasus 240 datang dari Jakarta, maka sebelum ia melahirkan juga dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR.

Hasil positif keluar pada 5 Juni 2020 atau setelah kasus 240 berhasil melahirkan anaknya yang berjenis kelamin perempuan.

"Kondisi bayi yang dilahirkan sehat, lahirnya spontan (normal). Belum diuji lab (untuk swab bayi)," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini, bayi perempuan tersebut telah diizinkan meninggalkan rumah sakit dan telah dibawa pulang oleh anggota keluarganya.

Sementara untuk sang ibu, masih harus berada di rumah sakit untuk menjalani rangkaian perawatan pemulihan pasca melahirkan sekaligus menyembuhkan Covid-19 yang diidapnya.

Berty menambahkan, tenaga medis di rumah sakit yang menangani persalinan kasus 240 telah menjalankan protokol kesehatan meski saat itu hasil swab belum keluar.

"Rumah sakit telah memberlakukan SOP untuk hal ini. Tracing tetap dilakukan setiap ada kasus terkonfirmasi," ungkapnya.

Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian atau laporan bahwa Covid-19 dapat menular melalui ASI.

Meski demikian, ia mengatakan risiko bayi tertular infeksi Covid-19 dari ibunya tetap ada.

"Penularan mungkin terjadi ketika ibu menyusui yang terjangkit virus Corona menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci, juga ketika ibu menyusui batuk atau bersin di dekat bayinya," bebernya.

Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 5 Juni 2020 adalah total PDP sebanyak 1.589 orang di mana 110 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 238 orang dinyatakan positif (175 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.191 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 160 orang (18 orang meninggal dunia). Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 6.917 orang.

Catatan dari Kulon Progo

Pasien konfirmasi positif covid-10 terakhir yang dirawat di Kulon Progo yakni KP-10 yang merupakan pasien dari Cluster Indogrosir akhirnya dinyatakan Negatif.

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, Jumat (5/6/2020) sore.

Pasien tersebut diketahui telah menjalani perawatan selama 27 hari di RSUD Wates.

Menurut keterangannya pasien ini sudah dinyatakan negatif dari dua kali hasil test swab terakhir.

"Saat ini pasien KP-10 tersebut sudah diperkenankan untuk pulang," ujarnya.

Berkaitan dengan hal ini, Baning belum berani menjamin bahwa Kabupaten Kulon Progo saat ini zero case Covid-19.

Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat tujuh pasien dalam pengawasan (pdp) dan 25 orang dalam pemantauan (odp).

"Semoga saja semuanya negatif," ujarnya.

Disisi lain, Baning juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu hasil test swab 5 orang yang reaktif setelah menjalani rapid test masal.

"Kemungkinan hasilnya keluar malam ini. Baru-baru ini kita juga melakukan test swab kepada empat orang yang merupakan pendatang dan pelaku perjalanan yang reaktif setelah menjalani rapid test mandiri," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Sutedjo, menyambut baik atas kesembuhan pasien KP-10 ini.

"Ahamdulillah dari total 10 kasus kumulatif, akhirnya semua sudah dinyatakan negatif," ungkapnya.

Walaupun demikian, sutedjo menyampaikan bahwa masyarakat jangan terlena dengan sembuhnya pasien KP-10 ini.

"Saya harap masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus ini," tegasnya.

Dia pun mengharapkan untuk 5 warga Kulon Progo yang diketahui reaktif setelah menjalani rapid test masal beberapa waktu lalu, hasil test swabnya negatif. "Semoga saja hasilnya negatif," katanya. ( Tribunjogja.com * | Kurnitul H | Andreas Desca | )





Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE 6 Juni 2020 Jumlah Pasien Covid-19, AS Nyaris Tembus 2 Juta, Indonesia Peringkat ke 34, https://jogja.tribunnews.com/2020/06/06/update-6-juni-2020-jumlah-pasien-covid-19-as-nyaris-tembus-2-juta-indonesia-peringkat-ke-34?page=all

//

//
 
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved