IHSG

Sempat Tembus 5.000, IHSG Ditutup Melemah Usai Pengumuman Perpanjangan PSBB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah pada perdagangan, Kamis (4/6). IHSG terkoreksi 0,49%

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Jakarta, Selasa (7/4/2020). IHSG ditutup melemah 33,19 poin atau 0,69 persen ke level 4.778,64 dihari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah pada perdagangan, Kamis (4/6). IHSG terkoreksi 0,49% atau 24,30 poin ke level 4.916,70.

Asal tahu saja, IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 5.014,76 saat perdagangan sesi I. Level ini menjadi capaian yang tertinggi selama sebulan terakhir. IHSG masih bergerak di zona hijau hingga menurun drastis di perdagangan sesi II dan akhirnya ditutup pada level 4.916,70.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan penguatan yang sempat terjadi pada sesi I karena pengujian resistance psikologis. Akan tetapi pergerakan tersebut rawan profit taking. "Indikasi tersebut sudah terlihat pada perdagangan kemarin, di mana IHSG sempat mengurangi penguatannya pada pertengahan sesi I," kata William kepada Kontan.co.id, Kamis (4/6).

Selain aksi profit taking, penurunan saat perdagangan sesi II juga dipengaruhi oleh berita Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai masuk masa transisi. "Membuat pelaku pasar memerlukan waktu untuk mencerna kembali tentang situasi dan sektor apa yang akan lebih cocok untuk investasi di masa transisi ini," imbuh William.

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan, kenaikan IHSG di sesi pertama terdorong arahan positif indeks-indeks Wall Street dan mayoritas bursa Eropa.

"Hal ini sejalan dengan ekspektasi pembukaan ekonomi atau pelonggaran aturan lockdown secara bertahap di sejumlah wilayah di AS dan Eropa," kata Valdy kepada Kontan.co.id, Kamis (4/6).

Selain itu, investor juga merespons positif sejumlah stimulus, baik fiskal maupun moneter, untuk meredam dampak pandemi Covid-19. Sentimen ini juga yang mampu meredam tekanan jual bersih atau net sell investor asing. Asal tahu saja, investor asing cenderung mencatatkan aksi beli bersih atau net buy pada perdagangan hari ini, mencapai Rp 980,67 miliar.

Valdy menganggap penurunan IHSG pada perdagangan sesi II adalah koreksi yang wajar, mengingat IHSG telah rally menguat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Sekadar informasi, berdasar data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi hari ini mencapai 13,47 miliar dan nilai transaksinya mencapai Rp 12,3 triliun. Frekuensi perdagangannya sebanyak 872.586 kali.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Tumbang di sesi II, IHSG ditutup melemah pada hari ini

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved