Prediksi Rupiah

Penguatan Terlalu Tajam, Rupiah Diprediksi Dibayangi Profit Taking

Setelah berkinerja mumpuni pada perdagangan Rabu (3/6), rupiah diprediksi berpeluang mengalami koreksi pada

Kontan
Karyawan penukaran mata uang asing menunjukan dollar Amerika Serikat di Masayu Agung, Jakarta, Rabu (05/09). 

JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Setelah berkinerja mumpuni pada perdagangan Rabu (3/6), rupiah diprediksi berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (4/6) hari ini.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menuturkan rupiah punya peluang untuk mengalami depresiasi pada perdagangan hari ini. Fikri menilai penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir sudah terlalu kuat.

“Oleh sebab itu pada perdagangan besok rupiah kemungkinan akan diwarnai aksi profit taking. Dengan demikian bisa saja rupiah akan terdepresiasi tipis,” tutur Fikri kepada Kontan.co.id, Selasa (2/6).

Senada, analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menilai rupiah berpotensi untuk terkoreksi. Pasalnya, di balik optimisme pelaku pasar terhadap kembali bergulirnya roda ekonomi, kekhawatiran akan kondisi di AS juga masih membayangi.

“Besok kemungkinan sentimen optimisme masih akan mewarnai perdagangan, tetapi jika ketegangan di AS, baik terkait demonstrasi besar-besaran maupun antara China-AS memanas, aset berisiko akan terancam terkoreksi,” jelas Alwi.

Alwi menghitung, rupiah besok akan diperdagangkan pada rentang Rp 13.900 per dolar AS-Rp 14.125 per dolar AS. Sementara Fikri memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.100-Rp 14.300 per dolar AS.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Menguat terlalu tajam, rupiah dibayangi profit taking pada perdangangan Kamis (4/6)

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved