Berita Kriminal Jambi

Pelaku Pembunuhan di Jambi Mimpi Didatangi Korbannya, Ternyata Belum Minta Maaf ke Keluarga Korban

Putusan pengadilan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Arfan Yani menghukum pria lajang itu dengan pidana penjara selama 13,5 tahun

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Arif Suditama tersangka kasus pembunuhan menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jambi Selasa (3/3/2020) lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Arif Suditama kini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi.

Pengadilan Negeri Jambi telah memutuskan bahwa ia terbukti melakukan tindak pembunuhan terhadap Rahmad Dani, yang tak lain adalah tetangga juga kerabatnya di Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. 

Putusan pengadilan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Arfan Yani menghukum pria lajang itu dengan pidana penjara selama 13 tahun dan enam bulan. 

Putusan yang dibacakan pada 14 Mei 2020 itu telah dinyatakan incrahct. Ia sendiri kini sudah menyandang status terpidana di lapas kelas IIA Jambi. 

Bunuh Kerabat Karena Rebutan Celana Levis, Terdakwa Pembunuhan di Jambi Divonis 13,5 Tahun Penjara

Seorang Ayah di Sarolangun Cabuli Anak Kandung Selama 2 Tahun, Ancam Bunuh Korban Saat Beraksi

"Putusan pengadilan kemarin 13 tahun 6 bulan. Sudah inkracht terdakwa menerima putusan itu," kata Harmaini SH, penasehat hukum terdakwa saat dibincangi pada Selasa (2/6/2020) di Pengadilan Negeri Jambi

Namun rasa bersalah masih menghantui terdakwa meski penyesalan dan permohonan maaf sudah pernah disampaikan terdakwa dalam persidangan. 

Harmaini, penasehat hukum terdakwa mengatakan kliennya sempat bercerita bahwa ia kerap bermimpi didatangi oleh korban. Hal ini pun cukup mengganggu ketenangan terdakwa selama menjalani masa hukuman di lapas. 

Tergiur Upah Rp 10 Juta, Kurir Sabu Asal Palembang Ini Terancam 6 Tahun Penjara

Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Puluhan Warga Pematang Pauh, Merangin Protes, Datangi Kantor Camat

"Dia bilang sering didatangi sama korban dan merasa terganggu," katanya Harmaini. 

"Memang secara langsung ke keluarga korban dia belum ada menyampaikan permohonan maaf. Hanya di persidangan, dan dia (Arif.red) mengaku sering di datangi korban dalam mimpi," sambungnya. 

Tragedi naas tersebut dipicu persoalan spele. Pada 22 Oktober 2020, terdakwa Arif mendatangi korban yang tengah duduk di beranda rumah orang tuanya. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved