Breaking News:

Berita Internasional

Paus Fransiskus Minta Para Politisi Alihkan Dana Senjata untuk Penelitian Cegah Pandemi Dimasa Depan

Paus Fransiskus Minta Para Politisi Alihkan Dana Senjata untuk Penelitian Cegah Pandemi Dimasa Depan

(AFP/TIZIANA FABI)
Paus Fransiskus memberikan berkat dari balkon Basilika Santo Petrus dalam Pesan Natal Urbi et Orbi pada Selasa, 25 Desember 2018 di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah pandemi virus corona, Pemimpin Gereja Katolik Tertinggi di Dunia, Paus Fransiskus menyerukan hal ini untuk para politisi

Paus Fransiskus menyerukan agar para politisi mengalihkan dana pembelian senjata untuk penelitian guna mencegah munculnya pandemi lainnya di masa depan.

Terkait hal itu dikatakan Fransiskus saat ia memimpin doa Rosario terbesar di Vatikan dalam hampir tiga bulan terakhir, Sabtu (30/5).

Pada saat Paus memimpin doa Rosario bersama sekitar 130 umat Katolik di ruang terbuka di Vatikan.

Pernah Kalah dari Mike Tyson Hanya Dalam 89 Detik, Peter McNeeley Kembali Tantang Si Leher Beton

Implementasikan Tatanan Baru, Pemkot Jambi Relaksasi Aktivitas Ekonomi, Sosial dan Kemasyarakatan

Inilah 102 Kabupaten dan Kota Zona Hijau Covid-19 di Indonesia, Provinsi Jambi Hanya Kerinci

Ilustrasi virus corona/Covid-19.
Ilustrasi virus corona/Covid-19. (corona.sumselprov.go.id)

Mengutip Reuters, Minggu (31/5),  mereka berdoa Rosario di taman-taman Vatikan, yang diikuti secara live puluhan ribu Umat Katolik di sekitar 50 tempat ibadat Katolik di seluruh dunia.

Sebuah layar besar di taman-taman itu memperlihatkan sekitar 25 lokasi lainnya yang terhubung dalam doa Rosario tersebut.

Mereka yang berdoa adalah antara lain para dokter Italia, perawat dan pengemudi ambulans, serta orang-orang yang telah pulih dari virus corona atau kehilangan anggota keluarganya. Italia mencatat lebih dari 33.000 korban meninggal akibat wabah corona ini.

Sebagian besar para pendoa ini menggunakan masker, kecuali ketika mereka memimpin ibadat menggunakan mikrofon.

Paus Fransiskus yang kini berusia 83 tahun duduk hanya beberapa meter di depan umat yang hadir dan tidak menggunakan masker.

Dalam doa penutupnya, Fransiskus mengatakan bahwa para pemimpin nasional harus berpandangan jauh ke depan, membantu yang paling membutuhkan sekarang dan menempatkan kepentingan ekonomi dan sosial untuk jangka panjang.

Halaman
12
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved