Breaking News:

Virus Corona di Jambi

Objek Wisata di Kerinci Tutup Karena Corona, Pengelola Wisata Taman Pertiwi Rela Rugi Ratusan Juta

Namun, walaupun tidak adanya pengujung ataupun dilakukan penutupan. Pihaknya tetap melakukan perawatan terhadap objek wisata taman Pertiwi tersebut.

ist
Taman Pertiwi, onjek wisata di Kabupaten Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Para pelaku wisata, khususnya di Kabupaten Kerinci yang merupakan brending pariwisata Provinsi Jambi, merasakan dampak dari wabah virus corona. Mereka rela rugi ratusan juta demi memutus mata rantai wabah Covid-19.

Sesuai imbauan pemerintah daerah Kabupaten Kerinci, bahwa objek wisata yang berpotensi dikunjungi puluhan bahkan ratusan orang per hari mesti tutup untuk sementara waktu. Hal ini demi mencegah penyebaran wabah yang kini tengah jadi pandemi dunia itu.

Jelas saja hal tersebut berpengaruh pada perputaran ekonomi kawasan Kabupaten Kerinci yang juga diambil dari sektor wisata.

Jalan Diblokir Karena Corona, Bayi Dalam Kandungan Meninggal Akibat Mobil Ambulance Tertahan

Emosi Nagita Slavina Akibat Ulah Raffi Ahmad, Ambil Tas Ibu Rafathar untuk DP Mobil Ferrari Rp 2 M

Pencuri Ini Tidak Sadar Masuk Kamar Pasien yang Sedang Diisolasi karena Covid-19, Begini Jadinya

Abdul Basit, Direktur pengelola objek wisata Taman Pertiwi mengakui potensi kehilangan pendapatan dari retribusi pengunjung, bisa mencapai ratusan juta per bulannya.

"Terhitung sejak bulan april objek wisata Taman Pertiwi sudah kami tutup hingga waktu yang belum ditentukan," tutur Basit, Selasa (26/5/2020).

Kalkulasi sementara dari dampak penutupan itu menurut Basit ada dikisaran Rp 200 sampai Rp 300 jutaan per bulan atau per 15 hari dalam 1 bulan, itu hanya dari penjualan karcis masuk saja. Apabila dihitung dari potensi kerugian para pedagang yang berjualan di kawasan wisata, ia menyebut angkanya akan jauh lebih besar lagi.

Namun, walaupun tidak adanya pengujung ataupun dilakukan penutupan. Pihaknya tetap melakukan perawatan terhadap objek wisata taman Pertiwi tersebut. Dengan menggunakan dana yang masih tersisa.

"Dalam sehari ada 1 atau 2 orang yang merawat, kalau seluruhnya tidak bisa kita biaya dalam keadaan seperti saat ini," ujarnya.

PSBB Malang Hanya Satu Putaran, Wali Kota Sutiaji Sebut Akan Masuki New Normal

Berawal dari Project Iseng, Lagu Selamat Lebaran yang Dinyanyikan Puluhan Umat Katolik Menjadi Viral

Selain tidak ada pendapatan yang masuk, bagi sejumlah karyawan seperti petugas pengamanan objek wisata dan kebersihan, Basit menyebut pihak pengelola masih harus memberikan gaji.

Pihak pengelola diakuinya bisa memahami kondisi dan situasi yang saat ini tengah dihadapi. Yaitu harus lebih mengutamakan keselamatan nyawa manusia dari pada kepentingan sepihak.

"Kami mentaati apa yang menjadi ketentuan dan arahan pemerintah, serta turut berdoa agar wabah corona ini segera tuntas," tegasnya.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved