Tradisi Panen Beluluk Saat Ramadan yang Mulai Ditinggalkan

Desa Jambi Tulo, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi tuak ternyata juga memiliki tradisi unik.

ist
Panen beluluk, warga Desa Jambi Tulo tengah mengolah buah beluluk. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Desa Jambi Tulo, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi tuak ternyata juga memiliki tradisi panen belukuk di bulan Ramadan.

Buah yang laris manis di bulan Ramadhan ini dihasilkan dari pohon enau atau aren. Di pasar buah beluluk biasa dikenal dengan sebutan kolang- kaling.

Jika hari-hari biasa, pohon enau biasa dipanen sarinya untuk proses pembuatan gula aren. Disamping digunakan sebagai bahan utama pembuatan kopi tuak.

Namun memasuki bulan Ramadhan, buah enau mulai menjadi primadona. Pak Kengkeng merupakan satu dari lima orang petani aren yang masih setia bertahan memanfaatkan pohon enau.

Dihari-hari biasa ia memanen air nira untuk keperluan membuat gula aren maupun untuk bahan kopi tuak yang biasa dipesan warga.

Hilal Tidak Terlihat di Jambi, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441 H Jatuh Pada Hari Minggu

Warga Kota Jambi Diimbau Tetap Patuhi Protokol Saat Lebaran, Pemkot Bagikan Hand Sanitizer Gratis

Dua Orang Baru Sembuh, Kasus Positif Corona di Merangin Kembali Bertambah

Untuk beluluk, ia biasa memanen buahnya pada pagi hari. Dari tandan yang lebat akan buah itu, ia cukup lihai memilah tandan buah yang layak untuk di jadikan beluluk atau kolang-kaling.

Untuk dijadikan beluluk buah yang dipilih biasanya tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. "Kalau terlalu tua buahnya keras, kurang disukai," katanya beberapa waktu lalu.

Setelah dipanen buah beluluk yang masih utuh dengan kulitnya kemudian di bawa ke rumah. Selanjutnya dipreteli dan direbus oleh istrinya. Biasanya proses perebusan berlangsung hingga dua jam.

Setelah dirasa matang, buah kemudian pukul dan hanya diambil bagian tengahnya yang berwarnah putih bening.

Buah ini lah yang kemudian dijual dipasar dan dimanfaatkan untuk olahan makanan untuk berbuka puasa. Baik dipadukan dalam kolak maupun olahan makanan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved