Berita Internasional

Bukan Hanya di Indonesia, di Malaysia Ribuan Warganya Juga Ngotot Ingin Mudik Saat Pandemi Covid-19

Bukan cuma di Indonesia, kekhawatiran atas penyebaran Covid-19 tampaknya juga tidak diperdulikan oleh sebagian warga Malaysia.

IST
Ilustrasi. Malaysia larang warganya mudik saat pandemi Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM - Bukan cuma di Indonesia, kekhawatiran atas penyebaran Covid-19 tampaknya juga tidak diperdulikan oleh sebagian warga Malaysia.

Sebab, di negeri Jiran itu ribuan warga berusaha untuk menghindari larangan keras pada perjalanan antar negara bagian untuk mudik.

Dilansir dari South China Morning Post, pemerintah Malaysia memberlakukan larangan mudik setelah ribuan warga Malaysia datang ke kantor polisi dengan harapan mendapatkan dispensasi khusus untuk melewati batas negara bagian.

Syarat & Cara Membuat SIKM untuk Keluar Masuk Jakarja, Perhatikan Titik Pantau Larangan Mudik

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Tegaskan Tidak Ada Mudik Lokal, yang Boleh Mudik Virtual

Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan larangan itu diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona ke daerah yang sebelumnya tidak terinfeksi, terutama di kawasan pedesaan.

Namun, ribuan orang Malaysia mengabaikan petunjuk itu dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke kota asal mereka untuk merayakan Idul Fitri.

Sekitar 5.000 mobil dilaporkan kembali dari cegatan polisi antara Selasa dan Rabu.

Pemerintah telah memperingatkan bahwa akan mulai mengeluarkan denda langsung ngotot mau mudik.

Periode libur resmi untuk Idul Fitri, yang dimulai pada Sabtu malam adalah dua hari, berlangsung pada hari Minggu dan Senin. 

VIDEO Tegal Berhasil Jadi Zona Hijau Setelah Masa PSBB, Rayakan dengan Pesta Kembang Api

Mengapa dalam Seminggu Ada 7 Hari, Ternyata Begini Penjelasannya

Ismail mengatakan beberapa pelancong telah kedapatan mencoba menggunakan jalan pintas untuk menghindari polisi. Dia memperingatkan taktik semacam itu tidak akan berhasil.

“Polisi masih bisa menemukanmu. Itu tidak berarti Anda bisa lolos begitu saja. Kami mungkin masih bisa membawa Anda dalam perjalanan kembali ke Kuala Lumpur,” katanya.

Perayaan Idul Fitri di Malaysia secara tradisional ditandai dengan eksodus massal orang-orang dari ibu kota Kuala Lumpur dan mengelilingi negara Selangor - jantung ekonomi negara - ke daerah pedesaan di negara itu.

pada tahun ini, dengan Malaysia masih berada di bawah penguncian sebagian nasional untuk menahan penyebaran virus corona, Idul Fitri kemungkinan akan menjadi perayaan yang jauh lebih tenang. 

Pemerintah telah mengatakan bahwa bahkan perayaan keluarga harus tetap digelar dalam skala kecil dan terbatas pada hari pertama Idul Fitri.

Pertemuan semacam itu telah dibatasi hingga 20 orang dan polisi serta tentara telah ditugaskan untuk melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memastikan bahwa pembatasan jarak sosial dan pembatasan jumlah pegawai dipatuhi.

Sumber : Kontan.co.id

Editor: budi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved