BI Dorong Optimalisasi Penggunaan Sarana Nontunai

Guna mendorong optimalisasi penggunaan sarana nontunai yang sejalan dengan imbauan pemerintah untuk physical distancing,

Tribun Jambi
Seorang karyawan Bank Indonesia memperlihatkan tagline UNGGUL QRIS 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guna mendorong optimalisasi penggunaan sarana nontunai yang sejalan dengan imbauan pemerintah untuk physical distancing, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan. 

Satu di antara kebijakan tersebut yakni membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori Usaha Mikro oleh PJSP yang berlaku efektif 1 April s.d. 30 September 2020.

Tidak hanya itu saja, BI juga menurunkan fee SKNBI dari capping maksimal Rp3.500 menjadi Rp2.900 di sisi nasabah yang berlaku efektif 1 April s.d. 31 Desember 2020.

"Bank Indonesia juga melonggarkan kebijakan kartu kredit terkait dengan penurunan batas maksimum suku bunga dari 2,25% menjadi 2% per bulan, berlaku efektif 1 Mei 2020, lalu penurunan nilai pembayaran minimum dari 10% menjadi 5% berlaku efektif 1 Mei 2020 s.d. 31 Desember 2020, penurunan besaran denda keterlambatan pembayaran dari 3% atau maksimal Rp150.000 menjadi 1% atau maksimal Rp100.000 dan ini berlaku efektif 1 Mei 2020 s.d. 31 Desember 2020," jelas Bayu Martanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.

Selain itu, BI juga mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah, berlaku efektif 1 Mei 2020 s.d. 31 Desember 2020.

Bank Indonesia juga mendukung akselerasi penyaluran dana bansos nontunai program Pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja.

Untuk meningkatkan pemahaman konsumen dan meminimalisir terjadinya permasalahan yang berpotensi merugikan konsumen, BI memberikan beberapa Tips Aman dalam Melakukan Transaksi Non Tunai di antaranya APMK, Uang Elektronik, Mobile Banking, dan lainnya.

Untuk meminimalisir permasalahan yang berpotensi merugikan konsumen baiknya simpan kartu ATM/debit/kredit dan uang elektronik dengan baik dan aman. Jaga data kartu ATM/debit/kredit, uang elektronik dan data pribadi serta One Time password (OTP).

Melakukan pengkinian data pribadi simcard HP, alamat, dan penghasilan kepada penyelenggara jika terdapat perubahan dari data yang terdaftar sebelumnya. Anda harus hubungi segera call center penyelenggara jika terdapat SMS transaksi menggunakan kartu ATM/debit/kredit Anda yang tidak dilakukan. Daftarkan nomor HP yang benar atau baru kepada penerbit kartu ATM/debit atau kredit untuk menerima notifikasi transaksi.

"Juga pastikan melakukan transaksi online I e-commerce pada merchant resmi yang memiliki fitur keamanan bertransaksi dan menjaga kerahasiaan dan keamanan nomor PIN kartu ATM/debit/kredit dan OTP," tegas Bayu.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved