Soal Pemecatan 109 Tenaga Medis di RSUD Oban Ilir Sumsel, Ini Penjelasan dari Jubir Gugus Tugas

Menurut Yusri, pemecatan terhadap 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir itu sangat wajar dilakukan pihak manajemen, lantaran mereka tidak menjalankan tugas

Gerd Altmann/Pixabay
Ilustrasi tenaga medis menangani Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, PALEMBANG - Adanya pemecatan 109 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir, membuat Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan Yusri, angkat bicara.

Menurut Yusri, pemecatan terhadap 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir itu sangat wajar dilakukan pihak manajemen, lantaran mereka tidak menjalankan tugas dengan baik.

"Jelas (pemecatan tenaga medis) berdampak pada penanganan (pasien), tapi kalau mereka juga tidak mau menanganai juga tidak ada maknanya,"kata Yusri, saat konfrensi pers yang disiarkan secara langsung, Kamis (21/5/2020).

Di Saat Pandemi Corona, Ratusan Tenaga Kesehatan di RSUD Ogan Ilir Dipecat Bupati, Ini Alasannya

36 Persen Orang Amerika tak Mau Disuntik Vaksin Corona, Alasannya Tak percaya kepada Donald Trump

juga membantah alasan tenaga medis enggan melayani pasien Covid-19 karena minimnya Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Ogan Ilir.

Sejauh ini, kata dia, persediaan APD di Sumatera Selatan masih lebih dari cukup.

Bahkan, seluruh pihak rumah sakit dipersilakan untuk mengajukan bantuan APD jika kekurangan.

"Kalau ada yang demo dengan alasan tidak ada APD, kami tidak yakin.Kami yakin mentalnya yang tidak mau melakukan pelayanan saja," tegas Yusri.

Mogok Kerja 5 Hari, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Begini Alasan Pemecatan Menurut Bupati!

Begini Reaksi Rizal Bocah Penjual Jalangkote Korban Bullying Saat Dapat THR Rp 10 Juta

Diberitakan sebelumnya, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam membenarkan pemecatan 109 tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Pemecatan dilakukan karena 109 tenaga medis itu telah mogok kerja selama lima hari.

“Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangi surat pemberhentiannya,” kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020).

Mangkir dari Tugas

Sebanyak 109 orang honorer tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir, dipecat, karena dianggap mangkir dari tugas.

Bahkan beredar di media sosial, Surat Keputusan Bupati Ogan Ilir Nomor 191/KEP/RSUD/2020, tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Tenaga Honorer Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ogan Ilir.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Bupati Ilyas Panji Alam itu menuliskan, para tenaga honorer tersebut telah meninggalkan tugas selama lima hari berturut-turut saat negara membutuhkan tenaga mereka guna menghadapi wabah Covid-19, di Ogan Ilir. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved