Breaking News:

Berita Internasional

China Kembali Dikecam, Donald Trump Sebut Beijing Lakukan Pembunuhan Massal di Seluruh Dunia

China kembali dikecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, atas pandemi virus corona baru, dan menyalahkan Beijing atas "pembunuhan massal

Editor: Deni Satria Budi
https://nypost.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijaga oleh Secret Service. 

TRIBUNJAMBI.COM - China kembali dikecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, atas pandemi virus corona baru, dan menyalahkan Beijing atas "pembunuhan massal di seluruh dunia".

"Beberapa orang gila di China baru saja merilis pernyataan yang menyalahkan semua orang selain China atas Virus yang kini telah membunuh ratusan ribu orang," kata Trump dalam akun Twitter-nya, Rabu (20/5/2020). 

"Tolong, jelaskan kepada orang bodoh ini bahwa itu adalah "ketidakmampuan China", dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal di seluruh dunia ini!" imbuh dia seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Virus corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, Desember tahun lalu dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, menewaskan lebih dari 323.000 orang dan memicu kerusakan ekonomi yang sangat besar.

Donlad Trump awalnya mengecilkan keseriusan ancaman dan mengatakan berulang kali bahwa China sedang menangani wabah virus corona.

Tegas Taiwan Tolak Kebijakan Satu Negara Dua Sistem, China : Reunifikasi Tetap Harga Mati

Kelemahan Donald Trump Menghadapi China akan Dibongkar, Cara Capres AS Joe Biden Lawan Petahana

Dia kemudian berpaling menyalahkan China karena membiarkan penyebaran ke seluruh dunia.

Dia juga mengancam akan menghentikan pendanaan AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas apa yang dia katakan adalah bantuannya kepada China dalam menutupi tingkat penyebaran virus corona.

Kalahkan Donald Trump Sebagai Petahana

Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dari Partai Demokrat, sedang berusaha keras untuk mengalahkan petahana Donald Trump yang kembali berlaga dalam gelangang pencapresan Amerika Serikat pada 3 November 2020 mendatang. 

Biden akan berupaya menyerang Trump dengan memanfaatkan isu soal China yang saat ini digunakan Donald Trump untuk mendulang  popularitasnnya.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved