Virus Corona

36 Persen Orang Amerika tak Mau Disuntik Vaksin Corona, Alasannya Tak percaya kepada Donald Trump

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada Kamis (21/5/2020) ini, mengungkapkan bahwa seperempat orang Amerika enggan untuk divaksin virus cor

Editor: Deni Satria Budi
Andolu New Agenc
Ilustrasi masker untuk cegah virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada Kamis (21/5/2020) ini, mengungkapkan bahwa seperempat orang Amerika Serikat enggan untuk divaksin virus corona.

Dilansir dari Reuters, di saat para ahli kesehatan mengatakan bahwa vaksin diperlukan untuk mengembalikan kehidupan ke kondisi normal, survei ini menunjukkan adanya masalah kepercayaan potensial kepada pemerintahan Donald Trump yang sedang dikecam karena pedoman keselamatan yang sering kontradiktif selama pandemi.

Sekitar 36 persen responden mengatakan mereka kurang bersedia untuk divaksin jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa vaksin tersebut aman.

Sementara cuma 14 persen responden yang tertarik untuk divaksin.

Obat Covid-19 Racikan China Diklaim Mampu Mempersingkat Penyembuhan, Lebih Efisien DIbanding Vaksin

Presiden Xi Jinping Sebut Vaksin Covid-19 untuk Internasional, Kenapa China Berang Soal Penyelidikan

Sebagian besar responden dalam survei terhadap 4.428 orang dewasa Amerika Serikat yang diambil antara 13 Mei dan 19 Mei ini mengatakan mereka akan sangat dipengaruhi oleh panduan dari Food and Drug Administration atau hasil studi ilmiah skala besar yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Kurang dari dua pertiga responden mengatakan bahwa mereka “sangat” atau “agak” tertarik pada vaksin, angka yang diperkirakan oleh beberapa pakar kesehatan akan lebih tinggi mengingat kesadaran yang semakin tinggi akan Covid-19 dan lebih dari 92.000 kematian terkait virus corona di Amerika Serikat saja.

Tembus 5 Juta Kasus, Begini Perkembangan Positif Virus Corona Covid-19 di Dunia, Posisi Indonesia

Pecahkan Rekor! Lonjakan Kasus Baru Virus Corona di Indonesia Tembus 973 Orang

"Ini sedikit lebih rendah daripada yang saya kira akan dengan semua perhatian pada Covid-19," kata Dr. William Schaffner, seorang ahli penyakit menular dan vaksin di Vanderbilt University Medical Center di Nashville. 

Empat belas persen responden mengatakan mereka sama sekali tidak tertarik untuk divaksin, dan 10 persen mengatakan mereka tidak terlalu tertarik. Sementara 11 persen lainnya tidak yakin.

Studi sedang dilakukan, tetapi para ahli memperkirakan bahwa setidaknya 70 persen orang Amerika Serikat perlu divaksin sebelum mencapai apa yang dikenal sebagai "kekebalan kawanan" ketika cukup banyak orang cukup resisten terhadap penyakit menular untuk mencegah penyebarannya.

Trump telah berjanji untuk bisa mewujudkan adanya vaksin corona pada akhir tahun, meskipun mereka biasanya membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk mengembangkan dan menguji keamanan dan efektivitasnya. 

Banyak ahli percaya bahwa vaksin yang sepenuhnya diuji dan disetujui pemerintah tidak akan tersedia secara luas Setidaknya sampai pertengahan 2021.

Ada lebih dari 100 kandidat vaksin Covid-19 dalam pengembangan secara global, termasuk beberapa sudah dalam uji klinis kepada manusia. 

Awal pekan ini, bioteknologi Moderna Inc mengumumkan hasil awal yang berpotensi menjanjikan dari hanya delapan orang yang mengambil bagian dalam studi keselamatan.

Di antara responden yang menyatakan sedikit atau tidak tertarik pada vaksin coronavirus, hampir setengahnya mengatakan mereka khawatir tentang kecepatan pengembangannya. 

Sedangkan lebih dari 40 persen mengatakan mereka percaya vaksin itu lebih berisiko daripada penyakit itu sendiri.

Sumber : Kontan.co.id 

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved