Pembakaran Posko Covid 19 di Merangin

KRONOLOGI Warga Air Batu Merangin Ngamuk lalu Bakar Posko Covid-19

Diduga, kejadian itu dipicu lantaran perangkat desa memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak tepat sasaran.

Istimewa
Warga Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, mengamuk. Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, warga membakar posko Covid-19 di desa tersebut, Selasa (19/5/2020) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Warga Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, mengamuk.

Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, warga membakar posko Covid-19 di desa tersebut.

Selain itu, kantor desa setempat juga ikut menjadi sasaran.

Puluhan orang warga merusak kantor desa.

BREAKING NEWS Posko Covid-19 di Desa Air Batu, Merangin Dibakar Diduga Ini Penyebab Warga Mengamuk

Update Harga Terbaru Motor Honda Akhir Bulan MEI 2020: Ada Honda BeAt dan Vario Rp 17 Jutaan!

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 20 Mei 2020, Taurus Asmaramu Bermasalah, Cancer Paling Romantis!

Diduga, kejadian itu dipicu lantaran perangkat desa memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak tepat sasaran.

Ada warga yang seharusnya berhak menerima bantuan Covid-19 senilai Rp 600 ribu melalui dana desa, namun malah tidak mendapatkan. Sementara di sisi lain warga yang tergolong mampu dan rumahnya bagus, malah mendapatkan bantuan tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, sekira dua hari yang lalu warga mempermasalahkan BLT dengan mendatangi rumah kades.

Kemudian malam tadi rencananya akan digelar rapat di kantor desa, namun tidak satupun perwakilan pemerintah desa yang hadir untuk menjelaskan permasalahan BLT.

Penyaluran BLT sudah dilakukan tiga hari yang lalu. Namun banyak warga yang seharusnya layak mendapatkan bantuan, tapi tidak terdata atau tidak dapat bantuan. Justru yang mendapat bantuan adalah warga yang dianggap mampu.

Selain itu, ada juga warga yang namanya tercatat dalam daftar penerima BLT namun hingga saat ini belum mendapatkan bantuan, sementara yang lainnya sudah diserahkan tiga hari lalu.

"Diduga aparatur desa memanipulasi data, pakai nama warga yang tidak mampu, tapi yang dapat mampu," kata warga setempat.

Aksi protes BLT di Kabupaten Merangin ini bukan kali pertama.

Pada Sabtu (16/5) lalu juga terjadi aksi protes di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Di sini warga juga mendatangi kantor desa dan rumah kepala desa.

Warga meminta bantuan tersebut dibagi sama rata, sebab mereka menilai semua warga desa tersebut terdampak Covid-19 ini. (Muzakkir / Tribunjambi.com )

Tanpa Tahu Sang Suami, Wanita 20 Tahun Hamil Usai Nekat Perkosa Bocah Lelaki 13 Tahun

Hati-hati! Ini Ciri Daging Sapi Segar dan Layak Konsumsi, Jangan Sampai Salah Beli

Tontowi Ahmad Sampai Terbayang Bermain di All England hingga Akhrinya Galau

Penulis: muzakkir
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved