Salat Idul Fitri di Rumah, Ini Penjelasan Ustad Zakaria Anshori

Dalam surat edaran yang ditanda tangani Gubernur Jambi, Kakanwil Kemenag dan Ketua MUI Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Salat Idul Fitri yang dilangsungkan di Pondok Pesantren Al Qashim, Simpang Acai, Muarojambi, Jumat (1/9). Ini penjelasan Ustadz Zakaria Ansori tentang salat Idul Fitri di rumah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kanwil Kemenag dan MUI Provinsi Jambi secara resmi mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan takbir dan salat Idul Fitri 1414 H/2020 M dalam situasi pandemi Covid-19 di Provinsi.

Dalam surat edaran yang ditanda tangani Gubernur Jambi, Kakanwil Kemenag dan Ketua MUI Provinsi Jambi, masyarakat diimbau untuk melaksanakan takbiran dam salat Idul Fitri secara berjamaah dirumah saja bersama keluarga inti masing-masing bagi yang tingga di daerah dengan angka penularan Covid-19 cendrung meningkat.

Terkait hal itu Kemosi Fatwa MUI Tanjung Jabung Barat Zakaria Anshori menyampaikan pada dasarnya salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah. Namun bisa dilakasnakan di rumah masing-masing.

Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 2020, Untuk Dikirimkan atau Dijadikan Status di Media Sosial

OTG Di Batanghari Dalam Pencarian Tim Gugus Tugas, Bupati Perintahkan Malam Ini Harus Ditemukan

"Nah di rumah itu tidak ada batasan, mau dua orang, tiga orang, dan seterusnya. Tata caranya sama yang penting Talbirnya 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat ke dua," katanya.

Shalat Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan Khutbah, untuk pelaksnaan di rumah, di Jelaskan Zakaria bisa tanpa khutbah.

"Namun lebih afdhol kalau ada khutbah," sambunganya.

Malam Lailatul Qodar, Amalan yang Dianjurkan Untuk Mendapatkan Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan

Pemkot Jambi Keluarkan Surat Edaran Panduan Solat Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu dia menyebut, kebijakan pemerintah ini tentunya bertujuan untuk melindungi masyarakatnya dari wabah Virus Corona. Dimana berdasarkan keterangan pihak kesehatan potensi penularan itu ada di kerumunan harus dihindari.

"Namunkan melarang orang untuk tidak shalat Idul Fitrikan tidak mungkin, sedangkan di tempat-tempat lain seperti pasar dan Mall itu ramai," ujarnya.

Jadi menurutnya itu kembali ke diri masing-masing dan jangan memaksakan.

"Kalau rasanya aman ya silahkan, tap tentu dengan protokol kesehatan. Namun kalau ragu jangan dipaksakan, karena ini kan tidak wajib tapi sunnah," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved