VIDEO Yakuza Jepang Terancam Bangkrut Akibat Virus Corona, Terpaksa Jualan Masker

Pandemi corona bukan hanya merontokkan ekonomi banyak negara, bahkan kelompok kriminal terkenal pun merasakannya.

TRIBUNJAMBI.COM, TOKYO - Pandemi corona bukan hanya merontokkan ekonomi banyak negara, bahkan kelompok kriminal terkenal pun merasakannya.

Sindikat kriminal yang namanya cukup terkenal di dunia bawah di Jepang adalah Yakuza.

Kelompok ini terkenal mendunia sebagai kelompok penjahat yang kerap melakukan tindakan ilegal.

Namun, semenjak wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, kelompok Yakuza ternyata mengalami dampak hebat pada sistem bisnisnya.

Menurut Daily Star pada Jumat (15/5/2020), kelompok kejahatan paling terkenal di Jepang ini, mengalami krisis ekonomi karena penghasilannya terjun bebas.

Sindikat Yakuza melakukan kejahatan terorganisir menghasilkan uang melalui "shinogi" istilah Jepang, yang diterjemahkan sebagai "keramaian."

Mereka melakukan tindakan ilegal, seperti pengedaran narkoba, pelacuran, pemerasan, dan premanisme.

Banyak yang Protes, Pemerintahan Jokowi Persilahkan Masyarakat Gugat Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Kompas.com dan Tribunnews.com Serahkan Donasi Pembaca Setianya ke 3.728 Keluarga Terdampak Covid-19

Banyak anggota Yakuza telah berusia lanjut, mereka ditempatkan ke dalam kategori berisiko, bila tertular dengan Covid-19.

Hal itu menyebabkan banyak dari mereka yang terpaksa tinggal di dalam rumah, dan meringkuk ketakutan karena bisa tertular Covid-19.

Jake Adelstein, reporter investigasi yang berbasis di Tokyo, telah meliput Yakuza selama kurang lebih 25 tahun.

Halaman
1234
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved