Musim Kemarau Diprediksi Mulai Akhir Mei hingga Awal Juni, Wilayah Timur Jambi Terjadi Cuaca Panas

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memprediksi musim kemarau dimulai pada akhir Mei hingga awal Juni mendatang.

theindianwire.com
Ilustrasi kemarau ekstrem. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memprediksi musim kemarau dimulai pada akhir Mei hingga awal Juni mendatang. Meski demikian, untuk saat ini masih dalam peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Kasi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Kurnia Ningsih mengatakan, di Provinsi Jambi musim kemarau terjadi tak serentak, berdasarkan dari analisa BMKG menggunakan satelit. Terdeteksi, musim kemarau akan terjadi lebih dahulu di Jambi bagian Timur.

“Prediksi di dasarian III Mei memasuki awal musim kemarau untuk wilayah Jambi bagian Timur,” kata dia, Jumat (15/5).

Sopir Ekspedisi Ditangkap, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 4 Juta Batang Rokok Ilegal ke Jambi

Tambah 3 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Jambi Jadi 69 Orang

Warga Jambi Tetap Semangat Sambut Lebaran di Tengah Pandemi Corona

Artinya, pada akhir Mei mendatang, beberapa Kabupaten Kota yang berada di Jambi bagian timur seperti Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Tanjab Barat, Kota Jambi, Kabupaten Tanjab Timur dan Kabupaten Batanghari akan terjadinya cuaca yang panas.

“Sementara ini masih peralihan musim atau pancaroba, jadi masih terjadi potensi hujan, tapi tak begitu banyak,” tambahnya.

Sementara untuk Jambi bagian barat, Ningsih mengatakan musim kemarau akan terjadi pada awal Juni, seperti Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kabaupaten Merangin, Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo yang pada akhir Mei masih di guyur hujan.

“Memang sedikit ada perbedaan, karena disana masih ada konveksi atau awan-awan pembentuk hujan,” sebutnya.

Sehingga tanah longsor dan banjir bisa saja terjadi seketika jika melihat potensi hujan lebat yang akan terjadi. Dalam hal ini, Ningsih juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati untuk menjalankan aktivitas.

"Masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan, karena jalan licin dan hindari parkir atau berhenti di bawah pohon yang rindang. Ini membahayakan kita semua," sebutnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved