Bandara Sultan Thaha Sudah Layani Penerbangan Terjadwal dan Khusus,  18 Flight Sejak 7 Mei 2020

Suasana Bandara Sultan Thaha Jambi sepi setelah melayani beberapa penerbangan dengan izin khusus pada Kamis siang (14/5).

Tribunjambi.com/Nurlailis
Suasana di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (14/5), sepi dari hiruk-pikuk penumpang datang maupun beranda. Bandara STS sudah melayani 18 penerbangan sejak 7 Mei lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suasana Bandara Sultan Thaha Jambi sepi setelah melayani beberapa penerbangan dengan izin khusus pada Kamis siang (14/5).

Pada bangunan bandara yang megah itu hanya ada beberapa petugas di pos jaga dan ada beberapa yang tampak hilir mudik, setelah menyelesaikan tugasnya. 

Tenant-tenan yang ada di bandara juga tampak tutup, parkiran baik untuk mobil dan motor di bandara lengang.

Walaupun suasana sepi, fasilitas ATM Center masih dapat digunakan dan layar informasi di pintu keberangkatan masih menyala, memberikan informasi terkait persyaratan perjalanan selama masa pandemi Covid-19 dan informasi lainnya.

"Terakhir jam 2 tadi yang berangkat, maskapai Batik Air, mungkin Sabtu baru ada penerbangan lagi," ujar salah seorang petugas.

Walau tidak seperti hari biasanya, M. Hendra Irawan, Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi mengatakan, situasi dan kondisi di Bandara Sultan Thaha Jambi normal, lancar dan terkendali.

"Semua penumpang tertib dan mengikuti protokol kesehatan, dan memenuhi kriteria persyaratan penumpang pengecualian yang telah ditetapkan sesuai surat edaran (SE) 04 tahun 2020 dari Ketua Gugus Tugas Nasional," kata Irawan saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp.

Dia mengatakan, sejak penerapan SE No.4 Tahun 2020 tanggal 7 Mei 2020, Bandara Sultan Thaha Jambi telah melayani lebih dari 18 penerbangan baik berjadwal maupun dengan izin khusus. Mulai dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Susi Air, Pelita Air dan Ersa Air.

"Kamis ada beberapa penerbangan, untuk yang reguler ada Batik Air, Garuda Indonesia dan Citilink, sementara yang menggunakan izin khusus Ersa Air," ujarnya.

Untuk jadwal penerbangan yang akan berangkat dari Jambi maupun yang akan datang, secara prinsip dikatakannya sama dengan rute reguler. Untuk jadwal pasti pihaknya mendapat informasi sehari sebelumnya.

"Jadwal yang digunakan penerbangan pengecualian di masa pelarangan mudik sama dengan rute reguler, tetapi untuk jadwal pastinya biasanya kami mendapatkan informasi sehari sebelumnya."

Sejak SE no 4 tahun 2020 ditetapkan pada tanggal 7 Mei 2020, penumpang datang melalui Bandara Sultan Thaha Jambi sebanyak 136 orang sedangkan penumpang berangkat sebanyak 194 orang.

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved