Update Pasien Corona Jambi

Peneliti Prediksi Puncak Kasus Covid-19 di Provinsi Jambi Bakal Terjadi Pada Akhir Juni Mendatang

Dikatakan Umi, saat ini kurva kasus Covid-19 di Provinsi Jambi terus menanjak menuju puncak dan prediksi akan terus naik.

Tribunjambi/Zulkifli
Umi Kalsum anggota Dewan Riset Daerah Bidang Kesehatan Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peneliti memprediksi, puncak kasus virus corona di Jambi akan terjadi pada akhir Juni mendatang. Dan akan turun secara berangsur-angsur hingga September mendatang.

Hal itu diungkapakan Umi Kalsum anggota Dewan Riset Daerah Bidang Kesehatan Provinsi Jambi, Kamis (14/5/2020).

Dikatakan Umi, saat ini kurva kasus Covid-19 di Provinsi Jambi terus menanjak menuju puncak dan prediksi akan terus naik.

Beberapa Hari Tak Keluarkan Data Kasus Corona, Hari Ini Pemkab Tanjabbar Catat Ada Tambahan 113 OTG

Bercabang Tiga, Pohon Kelapa Milik Warga di Cianjur Sudah Ditawari Rp 80 Juta

VIDEO Pasien Positif Covid-19 di Bogor Berobat ke Dukun, Dukun Berstatus ODP

Sebab hingga hari ini kata Umi, masih ada 35 swab yang masih ditunggu hasilnya. Kemudian ada 25 hasil rapid test dari pedagang pasar di Kota Jambi yang positif dan menunggu swab lagi.

"Dan Kota Sungai Penuh Juga akan melakukan rapid test diklaster pasar dalam waktu dekat. Ada kemungkinan ini akan meluas. Saya menduga ini akan ditemukan hasil rapid test yang positif, kita menunggu hasil swabnya lagi," katanya.

"Dari estimasi model yang saya lakukan itu puncak kita ada di sekitar akhir Juni. Baru sekitar tanggal 27-29 Juni itu sampai ke puncak. Nanti kita turun perlahan-lahan eatimasi sekitar akhir September," tambahnya.

Ditegaskan Umi, Provinsi Jambi harus menjaga kurva landai untuk menekan angka kematian. Karena jika kurva meningkat, keluar batas faskes mampu melayani orang-orang yang akan diobati. Yang sedang-sedang saja sakitnya bisa menjadi parah, dan yang sakit parah meninggal.

"Nah kalau kita bisa melandaikan kurva maka kasus-kasus itu kemungkinan besar akan bisa disembuhkan dengan SDM dan Paskes kita yang terbatas saat ini. Kan kita hanya punya dokter specialis paru hanya 3 orang," jelasnya.

Untuk mempertahankan Kurva landai, menurutnya Provinsi Jambi sudah tanggap dan melakukan antisipasi. Dengan Diskusi yang ada saat ini Provinsi Jambi bertekat untuk memperketat aturan-aturan daerah dan itu sudah cukup refresif terhadap masyarakat.

"Kan masyarakat kita tipenya kalau ada sanksi baru menurut, jadi untuk tingkat seperti ini Provinsi Jambi bisa melandaikan kurva," sambungnya.

Selain itu, menurutnya harus ada penyamaan persepsi penanganan di tingkat wilayah Provinsi Jambi seluruhnya.

"Kalau kita pakai tali satu grend strategi yang sama di seluruh wilayah kabupaten/kota. Maka kita komitmen misalnya ketat, ketat semuanya. Kan gak mungkin berjalan, maka mata rantai penyebaran virus itu akan terputus," pungkasnya. (Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved