Breaking News:

Kapolsek Pelepat Ditusuk

Warga Adang Petugas Tertibkan PETI, Ini Kata Kabid Humas Polda Jambi

Jumlah massa yang menghadang petugas tersebut pun mencapai ratusan orang. Aksi itu lantaran menolak kedatangan polisi yang melakukan penertiban...

ist
Ratusan warga menghadang aparat saat ingin membawa alat berat yang digunakan untuk PETI di Bungo. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Sekelompok warga di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, mengadang petugas saat menertibkan penambangan emas tanpa izin atau PETI di Bungo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, aksi penghadangan oleh ratusan warga itu lantaran tidak terima upaya petugas penertiban aksi Illegal Mining.

Bahkan berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi menyampaikan kejadian sudah ditangani Polres Bungo.

Pelaku Pengancaman Anggota Satpol PP Kota Jambi Ditetapkan Sebagai Tersangka

BREAKING NEWS Positif Corona di Provinsi Jambi Tambah Lagi Jadi 65 Orang, Sembuh 3 Orang

Tips Menyimpan Sayuran agar Tahan Lama dan Tidak Cepat Busuk di Lemari Pendingin

"Situasi sudah kondusif," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (11/5/2020).

"Kapolsek Pelepat (AKP Suhendry) ditusuk bagian bokongnya, pada saat mengamankan PETI," sambungnya.

Jumlah massa yang menghadang petugas tersebut pun mencapai ratusan orang. Aksi itu lantaran menolak kedatangan polisi yang melakukan penertiban terhadap Illegal Mining tersebut.

"Ibu-ibunya kebanyakan yang melakukan penghadangan itu," tandasnya.

Diberikatan sebelumnya, penertipan aktivitas Illegal Mining yang menggunakan alat berat di dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, Minggu (10/5/2020) berujung ricuh.

Dari informasi yang diperoleh, tim yang dipimpin oleh Kanit Tipiter Polres Bungo, Iptu Kurniadi masuk ke Dusun Batu Kerbau Minggu pagi untuk melakukan razia. Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta bukti dua komputer alat berat.

Saat kembali ke Bungo pada Minggu sore, tim ini dihadang sekitar 600 orang masyarakat. Kapolsek Pelepat, AKP Suhendry berupaya menenangkan masyarakat. Namun masyarakat meminta agar rekannya dilepaskan.

Karena tidak dituruti, akhirnya terjadi keributan. Kapolsek Hendri sempat ditikam pada bagian pantat. Sementara kendaraan juga turut dirusak dengan menggunakan kayu, batu dan juga senjata tajam.

Karena mendapatkan perlawanan, akhirnya petugas ini lari menyelamatkan diri ke base camp PT PML. Pada Minggu malam tim gabungan bersama Kapolres Bungo dan Dandim 0416/ Bute melakukan penjemputan. (Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved