Kapolsek Pelepat Ditusuk

Penertiban PETI di Bungo Ricuh hingga Kapolsek Pelepat Kena Tusuk, Bupati Bungo Sebut Keterlaluan

Penertiban aktivitas illegal mining yang menggunakan alat berat di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, ricuh.

ist
Ratusan warga menghadang aparat saat ingin membawa alat berat yang digunakan untuk PETI di Bungo. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Penertiban aktivitas illegal mining yang menggunakan alat berat di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, Minggu (10/5) berujung ricuh.

Dari informasi yang diperoleh, tim yang dipimpin oleh Kanit Tipiter Polres Bungo, Kurniadi masuk ke Dusun Batu Kerbau Minggu pagi untuk melakukan razia. Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta bukti dua alat berat.

Saat kembali ke Bungo pada Minggu sore, tim ini dihadang sekitar 400 orang masyarakat. Kapolsek Pelepat Hendri berupaya menenangkan masyarakat. Namun masyarakat meminta agar rekannya dilepaskan.

Kapolsek Pelepat Kena Tusuk dan Kanit Intel Disandera, Warga Tak Terima PETI di Bungo Ditertibkan

Sembuh dari Corona, Pasien 03 dan Klaster Temboro di Bungo Pulang ke Rumah Hari Ini

VIDEO Lansia Tenggelam di Bungo Ditemukan Mengapung 1,5 Km dari Lokasi Kejadian

Karena tidak dituruti, akhirnya terjadi keributan. Kapolsek Hendri sempat ditikam pada bagian pantat. Sementara kendaraan juga turut dirusak dengan menggunakan kayu, batu dan juga senjata tajam.

Karena mendapatkan perlawanan, akhirnya petugas ini lari menyelamatkan diri ke base camp PT PML. Pada Minggu malam tim gabungan bersama Kapolres Bungo dan Dandim 0416/ Bute melakukan penjemputan.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada komentar dari Kapolres Bungo terkait kejadian tersebut. Namun, hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi.

"Iya, oleh masyarakat. Saya sedang rapat. Nanti saya hubungi kembali ," ucap Kombes Kuswahyudi kepada Tribunjambi.com melalui sambungan telepon, Senin (11/5/2020).

Menanggapi hal ini, Bupati Bungo H Mashuri turut angkat bicara. Ia meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas para penambang liar yang ada di Kabupaten Bungo.

"Aktifitas PETI ini memang sudah meresahkan. Ini sudah keterlaluan karena menggunakan alat berat. Lokasinya ada dua titik, yakni di Batu Kerbau dan juga di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang ," ucap H Mashuri.

Mashuri menyebutkan beberapa waktu lalu ia juga sudah memanggil Camat di wilayah tersebut terkait maraknya aktivitas ini. Dalam beberapa hari kedepan pemerintah daerah juga akan melakukan rapat bersama.

"Camatnya sudah kita panggil, kita sudah perintahkan untuk menindak. Cuma kan penindakan dari kita terbatas. Untuk itu kita meminta aparat penegek hukum untuk menindaknya," tutup Mashuri. (Tribunjambi.co/ Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved