Mayat Warga Pelawan di Kebun Karet Terungkap, Ini Motif Pelaku hingga Tega Bunuh Korban

Tewasnya warga Kecamatan Pelawan di sebuah kebun karet milik keluarganya akhirnya terungkap.

Tribunjambi/Wahyu
Polres Sarolangun menangkap pelaku pembunuhan warga Kecamatan Pelawan di sebuah kebun karet milik keluarganya akhirnya terungkap. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Tewasnya warga Kecamatan Pelawan di sebuah kebun karet milik keluarganya akhirnya terungkap.

SN (58) tewas mengenaskan di kebun karet dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Tak hanya itu, beberapa luka tusukan di badan membuat ia tewas. Motornya pun raib digondol pelaku pada (07/04/20). 

Setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan, akhirnya Polres Sarolangun berhasil menangkap satu diantara pelaku pembunuhan itu.

Terungkap bahwa modus yang dilakukan Dedi Irwansyah (21) melakukan tindakan keji itu.

7 Tahun Gadis di Sarolangun Ini Jadi Perpisahan Nafsu Ayah Tiri

Penjualan Ayam Potong Mulai Stabil, Pedagang di Pasar Sengeti Mulai Bergairah

Pelaku Begal Ojek Online Di Tembak Polisi, Pelaku Tusuk Korban Hingga Dua Kali

Sebelum melakukan aksinya, warga Musi Rawas, Sumatera Selatan itu ternyata berpura-pura melakukan kegiatan memancing di sekitar kebun. Lantaran ia ingin mengambil motor korban, tetapi tidak berhasil, akhirnya korban mengetahui aksi pelaku.

Saat itu terjadi keributan dan mengakibatkan keduanya cek cok hingga korban tewas penuh tusukan.

"Warga Musi Rawas itu berpura-pura melakukan kegiatan mancing karena sekitar TKP ada danau. Mereka sempat ngobrol, awalnya maksudnya mengambil motor korban. Saat itu ada cek cok dan duel antara korban dan pelaku," kata Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto, Senin (11/5). 

Saat itu perlawanan antara keduanya terjadi menggunakan senjata tajam yang ia miliki.

"Karena korban tubuh kecil, akhirnya digoreskan pakai alat sadap karet. Wajah pelaku kena sebelah kiri," katanya. 

Saat itu pembalasan juga dilakukan oleh pelaku dengan ditusuknya korban menggunakan senjata tajam.

"Ada 3 tusukan depan, dua bagian belakang hingga akhirnya korban tewas," ujarnya. 

Lanjutnya, memang saat kejadian, pelaku tidak sendiri, melainkan ada satu temannya yang ikut membantu eksekusi korban.

"Pelaku saat itu ada temannya atas nama Rian dan saat ini menjadi DPO, tersangka juga," katanya

Atas perbuatan mereka dikenakan hukuman dan terancam dihukum seumur hidup.

Atas dasar pencurian dengan kekerasan mengakibatkan mati atau pembunuhan sebagaimana yang dirumuskan dalam Pasal 339 KUHP Atau Pasal 365 ayat (3) KUHP, ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. (Yan)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved