Ngaku Penuh Tekanan, Paramedis Puskesmas Rantau Panjang Minta Kepala Puskesmas Dicopot

Puluhan tenaga medis termasuk staf dari Puskesmas Rantau Panjang Kecamatan Tabir mendatangi gedung kantor DPRD Kabupaten Merangin.

Tribunjambi/Muzakkir
Pertemuan paramedis Puskesmas Rantau Panjang dengan Komisi II DPRD┬áKabupaten Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Puluhan tenaga medis termasuk staf dari Puskesmas Rantau Panjang Kecamatan Tabir mendatangi gedung kantor DPRD Kabupaten Merangin.

Kedatangan perawat, bidan dan dokter ini merupakan buntut dari tindakan Kepala Puskesmas Perdana Setia Handayani SKM yang dinilai otoriter.

"Sudah banyak yang memimpin Puskesmas ini, kami tidak pernah mempersalahkan, tapi dak pernah dipimpin pemimpin Kapus seperti ini, otoriter dan memaksakan kehedak, kalau tidak menurut aturan dia kami diancam dimutasi,” sebut perwakilan aksi.

Mereka menyampaikan aspirasi langsung kepada ketua Komisi II DPRD Kabupaten Merangin M Yani dan beberapa orang anggota lainnya di ruang Banggar.

BREAKING NEWS Tambah 5 Orang, Pasien Positif Corona di Provinsi Jambi Jadi 43 Orang

Hasil Uji Swab Negatif, Satu Pasien PDP Klaster Gowa di Muarojambi Diizinkan Pulang

Pemkab Tanjabbar Siapkan Lahan 2 Hektare untuk Pemakaman Pasien Covid-19, di Sini Lokasinya

Dalam penyampaian aspirasi itu, tak sedikit dari mereka meneteskan air mata. Bahkan ada yang menyampaikan keluhan itu dengan isak tangis.

Dalam cerita yang disampaikan paramedis, banyak sekali kejanggalan yang mereka rasakan. Selain otoriter dan memaksakan kehendak, Kapus juga disebut menahan jasa BPJS mereka, itu lantaran mereka tidak bersedia pemotongan jasa BPJS sebesar 40 persen.

“Banyak kebijakan lainnya yang membuat kami tidak tahan seperti jasa BPJS kami ditahan, karena kami tidak bersedia pemotongan 40 persen yang katanya untuk bayar hutang Rp 16 juta. Ada juga pegawai kurang aktif 6 tahun atau bisa disebut makan gaji buto, tiba-tiba diangkat jadi PPTK,” katanya.

Permasalah ini sebenarnya sudah mereka sampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Bupati Merangin, namun hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa.

Saat ini mereka minta Kapus diganti dengan orang yang lebih berkompeten. Jika tidak, maka mereka akan melakukan mogok kerja.

“Kami mohon Pak, kami kasian masyarakat nantinya sangat banyak yang berobat di Puskesmas Rantau Panjang, kami tidak tahan lagi. Kami minta tolong nian pak, kami tidak main-main datang kesini. Dak tau lagi kami cak mano, kami tidak ingin puskesmas kami hancur, itu puskesmas besak. Kami minta Kapus di copot,” imbuhnya.

Sementara ketua Komisi II DPRD Merangin Muhammad Yani, menyebut jika persoalan Puskesmas Rantau Panjang ini akan ditindaklanjuti. Mereka akan memanggil Kepala Puskesmas Rantau Panjang tersebut.

"Langkah pertama kita akan panggil Dinas kesehatan, persoalan ini kalau dilihat sudah kronis, selain itu kita juga harus memanggil kapus nya lagi, kan tidak mungkin kami mendengarkan dari satu pihak saja," jelas M Yani.

Update Covid-19 Selasa (5/5) - 12.071 Kasus Terkonfirmasi, 2.197 Sembuh 872 Meninggal, Jambi Jadi 43

Malaysia Menjerit & Lakukan Kritik, Saran WHO Jauhi Minyak Kelapa Sawit Saat Covid-19 Dianggap Kuno

Menurut Yani, paramedis harus bekerja seperti biasanya. Persoalan ini sesegera mungkin akan mendapatkan titik terang.

"Persoalan ini sudah masuk cacatan kami, yang jelas pulang dari sini bekerjalah seperti biasa jangan sampai hak kesehatan masyarakat terganggu dengan persoalan ini," imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Tribunjambi.com masih berusaha untuk mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Rantau Panjang terkait keluhan paramedis.(*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved