Ramadhan Mubarak
Lebih Banyak Dekat Keluarga, Hikmah Puasa Ramadan Tahun Ini Bagi Sekda M Fadhil Arief
Tahun ini memang betul menjalani puasa sesuai ajaran agama tidak hanya menahan lapar dan haus, terlebih nahan nafsu lainya seperti menahan nafsu mende
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hari kesebelas menjalani ibadah puasa Ramadhan 1441 H, Sekda Muarojambi, M Fadhil Arief mengatakan, puasa tahun ini menjadi sangat berbeda dari yang sebelumnya.
Puasa kali ini ada hikmah di sela kesibukannya sebagai Sekda Muarojambi dan Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19. Yakni lebih banyak waktu dekat dengan keluarga.
"Dan juga bisa membantu anak-anaknya belajar dari rumah selama pandemi Covid-19," katanya Selasa (5/5/2020).
Ia menyebut, menjalani ibadah puasa di tengah wabah Covid-19 dari sisi lain ada rasa rindunya pada Ramadan sebelumnya. Seperti kegiatan keagamaan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama dengan masyarakat turun ke desa- desa.
"Puasa sebelumnya kita bisa buka puasa brsama dengan teman dan kerabat serta masyarakat, lain dengan puasa kali ini, kita tidak boleh dengan kegiatan seperti itu," sebutnya.
• Kabar Terbaru Nasib Premier Liga Inggris 2019-2020, Boleh Bergulir Asal Memenuhi Syarat Ini
• Sempat Diberi Tembakan Peringatan, Dua Resedivis Ditembak Mati Usai Baku Tembak dengan Polisi
• Dua Warga Batanghari Positif Covid-19 Setelah Uji Swab
Ia berpendapat, Ramadhan sebelumnya lebih mesra dari pada tahun ini, karena tidak pernah terpikirkan bahwa puasa kali ini menjadi lebih sibuk dengan pencegahan wabah virus corona.
"Secara pribadi puasa di tengah wabah Covid-19 lebih medekati dengan Allah Swt, karena dengan dampak corona semua keimanan kita diuji. Apalagi dari dampak sosialnya kian besar kita berusaha meningkatkan level keimanan kita lebih sabar," ucapnya.
Tahun ini memang betul menjalani puasa sesuai ajaran agama tidak hanya menahan lapar dan haus, terlebih nahan nafsu lainya seperti menahan nafsu mendekati lebaran biasanya disibukkan ingin beli ini beli itu.
"Saya menilai puasa kali ini utuh nahan nafsu, tidak ada lagi nafsu beli macam-macam seperti baju lebaran, buat kue lebaran secara berlebihan, karena situasi saat ini dampak sosial dari Covid-19 membuat perekonomian jadi menurun," jelasnya.
Lihat situasi seperti ini mari selalu tingkatkan keimanan dan menjadi dekat akan pada yang maha Kuasa sehingga wabah ini, cepat hilang dimuka bumi Provinsi Jambi.
"Palingan kita hanya cukupi diri sesuai kebutuhan, lebaran yang paling luar biasa kadang beli ini, beli itu buat kue ini, kita tidak boleh bertamu karna larang mudik jugolah," jelasnya. (Hasbi Sabirin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/sekda-muarojambi-m-fadhil-arief-bersama-keluarga.jpg)