News Video

VIDEO : Kadin: Jumlah Pengangguran Akibat Pandemi Virus Corona Capai 40 Juta Orang

Angka tersebut jauh lebih besar dibanding data Kementerian Tenaga Kerja pada 13 April 2020 sebesar 2,8 juta orang terkena PHK dan di rumahkan.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan jumlah tenaga kerja yang menanggur saat pandemi virus corona atau Covid-19, mencapai 40 juta orang.

Angka tersebut jauh lebih besar dibanding data Kementerian Tenaga Kerja pada 13 April 2020 sebesar 2,8 juta orang terkena PHK dan di rumahkan.

Wakil Ketua Kadin Suryani Motik mengatakan, fakta di lapangan berbeda dengan data Kemanaker, karena sektor UMKM yang menyerap tenaga kerja dan merumahkan karyawannya tidak melapor ke Kemenaker.

"Kalau untuk hotel dan restoran saja itu capai 15 juta pengangguran. Jadi mungkin sudah hampir 30 juta sampai 40 jutaan pekerja maupun pengusaha kecilnya sedang menganggur," papar Suryani saat diskusi online DPP PAN dengan tema Nasib Pekerja : Kena PHK tapi Dilarang Mudik Lantas Bagaimana Solusinya?, Jakarta, Jumat (1/4/2020).

Menurut Suryani, banyak kalangan pengusaha berupaya tetap memperkejakan karyawannya.

Tetapi tetap saja tidak bisa dalam jumlah normal dan perlu ada pengurangan.

Akibat Curah Hujan Tinggi, Beberapa Sungai di Merangin Meluap, Ratusan Rumah Tergenang Banjir

Konon Cerita, Bila Hewan-hewan ini Bersuara Pertanda Makhluk Halus Ada di Sekitarmu, Percaya?

"Misalnya di restoran hanya 10 sampai 12 orang saja yang bekerja. Oleh sebab itu, tidak bisa dikatakan wah ini pengusaha tidak tanggungjawab melakukan PHK, karena kenyataannya, jangankan pesangon, buat pengusahanya sendiri saja susah," papar Suryani.

Ia pun menyebut, kondisi saat ini yang paling terpukul yaitu UMKM, yang saat kriris 1998 menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Kalau sekarang paling terbesar terdampak, mulai cafe yang lagi maraknya tumbuh, tiba-tiba sekarang tutup," papar Suryani.

Melihat kondisi dilapangan, kata Suryani, nasib UMKM tidak akan bertahan lama jika pemerintah tidak memberikan stimulus yang cepat dan dibutuhkan pelaku sektor tersebut.

Ratusan Pekerja Jargas asal dari Jawa di Sarolangun Dilakukan Rapid Test, Ini Hasilnya

Mulai Masuk Bagasi Bus, Toilet hingga Naik Truk Jadi Modus Baru Penyelundupan Pemudik

Halaman
123
Editor: budi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved