Breaking News:

Berita Jambi

Bagikan 1.600 Paket Sembako untuk Pekerja yang Dirumahkan dan di PHK di Provinsi Jambi

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Jumat 2 Mei 2020, Provinsi Jambi penuh simpati.

Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
IST
Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2020 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Jumat 2 Mei 2020, Provinsi Jambi penuh simpati.

Selain upacara yang digelar secara terbatas di halaman Kantor Biro Umum Setda Gubernur Jambi.

Disnakertrans Provinsi Jambi bekerjasama dengan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) membagikan paket sembako kepada para buruh di Provinsi yang di rumahkan maupun di PHK akibat pandemi Covid-19.

Sedikitnya ada 1.600 paket sembako yang akan dibagikan. Satu paket sembako bernilai Rp100 ribu, berisi beras, minyak goreng, tepung dan mie instant.

Peringati Hari Buruh, Pemprov Jambi – Serikat Buruh Berikan Sembako kepada Buruh Terdampak Covid-19

Daftar Promo Shopee, Bukalapak dan Tokopedia selama Ramadan, Ada yang Diskon 99 Persen

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi Bahari mengatakan, paket sembako tersebut merupakan bantuan dari perusahaan di Provinsi Jambi, seperti BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, PTPN 6 dan lain sebagainya.

"Kita hanya menfasilitasi, sebagai bentuk solidaritas," kata Bahari, Jumat (1/5/2020).

Dikatakan Bahari, pembagian sebako ini akan dilakukan selama 10 hari tanggal 1-10 Mei.

"Tahap awal ini dibagikan sekitar 1.300 dulu. Diberikan secara bertahap, karena wabah Covid ini kita tidak bisa bagikan sekaligus," sebutnya.

Akibat Curah Hujan Tinggi, Beberapa Sungai di Merangin Meluap, Ratusan Rumah Tergenang Banjir

Konon Cerita, Bila Hewan-hewan ini Bersuara Pertanda Makhluk Halus Ada di Sekitarmu, Percaya?

Selanjutnya Bahari menyebut hingga 30 April ada 4.356 buruh dirumahkan, dan 19 lainnya di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Ini laporan dari 67 perusahaan yang melapor ada juga kianya yang tak melapor," katanya.

Kemudian untuk kelanjutan buruh dirumahkan dan di PHK, Bahari menyebut belum ada laporan yang masuk. Yang jelas pihaknya mengimbau perusahaan agar membayar upah buruh yang dirumahkan.

"Ini agar suasana kondusif kalau ada permasalahan selesaikan jalur perundingan dan phk adalah upaya terakhir," katanya.

Jika untuk perihal PHK, dia menyebut sampai saat ini bisa saja merupakan kesepakatan bersama antara buruh dan perusahaan. "Yang jelas hak pekerja harus di bayar seperti pesangonnya," terangnya. (Tribunjambi.com/Zulkifli)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved