Ratusan Rumah Warga 3 Desa di Sungai Abu Kembali Terendam Banjir, Puluhan Pagar Roboh

Bencana banjir kembali merendam ratusan rumah warga di 3 Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Kamis (30/04/2020).

Tribunjambi/Heru
Bencana banjir kembali merendam ratusan rumah warga di 3 Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Kamis (30/04/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM,KERINCI – Bencana banjir kembali merendam ratusan rumah warga di 3 Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Kamis (30/04/2020).

Banjir tersebut disebabkan luapan air dari di dua sungai, yakni sungai yang berada antara perbatasan Sungai Abu dengan Air Panas Sungai Abu dan dan Sungai di Desa Pondok Sungai Abu akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa di wilayah itu terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Banjir ini lebih parah dari banjir waktu yang lalu.

"Hampir seluruh rumah warga Desa Air Panas Sungai Abu terendam," terangnya.

Bertambah Lagi, Satu Warga Bungo Dinyatakan Positif Rapid Test Covid-19

Update Kasus Virus Corona di Provinsi Jambi Hari Ini, Tiga Orang Bagian Klaster Gowa Masih Dicari

Kades Air Panas Sungai Abu, Abdurrahman dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, wilayah 3 Desa Sungai Abu (Desa Air Panas Sungai Abu, Pondok Sungai Abu, Baru Sungai Abu) memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Bukan hanya rumah yang terendam banjir, tapi fasilitas umum seperti jalan bertambah rusak akibat banjir.

"Hujannya deras saya sudah siaga, saya sudah prediksi akan banjir, dan memang benar banjir, bahkan ini lebih parah dari banjir yang sebelumya dan membuat hampir seluruh rumah di Desa Air Panas Sungai Abu terendam banjir, puluhan pagar ambruk," tambah kades.

Dirinya juga menambahkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi pihak Pemkab Kerinci, masalah banjir yang melanda 3 Desa Sungai Abu ini.

"Kalau dibiarkan terus, ini bisa memakan korban, karena air-nya sangat besar dari hulunya, aliran sungai sudah dangkal, jadi harus dilakukan pengerukan aliran sungai," sampainya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa bukan hanya rumah yang rusak, akan tetapi jalan yang melintasi jalur sungai sudah longsor, sehingga menyulitkan warga untuk ke kebun.

"Banyak jalan yang longsor yang menghubungkan jalur ke ladang warga, sehingga akses terputus." tandasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved