Virus Corona di Jambi

Hasil Uji Swab Warga Kerinci yang Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Negatif

Pemakaman yang dilakukan pada malam hari tersebut, dilakukan langsung oleh protokol tim medis dari Dinas Kesehatan Kerinci yang dikawal ketat pihak...

ist
Pihak kepolisian saat mengawal pemakaman malam hari dengan standar Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Sabtu (25/04/2020) lalu, dihebohkan dengan adanya salah seorang warga Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci yang dimakamkan oleh tim medis dengan berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) seperti pasien terpapar Covid-19.

Pemakaman yang dilakukan pada malam hari tersebut, dilakukan langsung oleh protokol tim medis dari Dinas Kesehatan Kerinci yang dikawal ketat pihak kepolisian. Sehingga, menimbulkan isu yang negatif di tengah masyarakat.

Namun kini, laboratorium pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, telah mengeluarkan hasil pemeriksaan RSUP M Djamil Padang, terhadap warga Sebukar Kerinci yang dimakamkan dengan sistim protokol Covid-19 tersebut, Selasa (28/4/2020).

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan pada 26 April 2020, Direktur RSUP M Djamil Padang, menyampaikan bahwa telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 sampel baru dari RSUP M Djamil Padang pada 26 April 2020, salah satunya merupakan warga dari Desa Sebukar, Kabupaten Kerinci.

Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan hasil positif. Artinya, almarhum tidak terpapar Covid-19, karena hasil swab yang keluar negatif.

Kades Sebukar, Syukran, dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Bahwa dirinya bersama keluarga telah menerima surat langsung dari laboratorium pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap warga Sebukar.

"Pemeriksaan KLB COVID19, dengan Metode pemeriksaan : Real Time Reverse Trascriptase PCR (qRT-PCR) COVID-19, Tanggal Periksa : 26 April 2020, hasilnya Negatif. Artinya, almarhum tidak terpapar Covid-19," tegas Kades.

Terkait pemakaman dengan sistem protokol Covid-19, dirinya menjelaskan bahwa karena Padang merupakan zona merah. Maka seluruh pasien yang meninggal di RS di padang dilakukan standar protokol Covid-19.

"Itu dilakukan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkapnya. (Heru)

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved