Virus Corona di Jambi

Antisipasi Mewabahnya Virus Corona, Pemerintah di Batanghari Minta Petani Padi Percepat Masa Tanam

Kepala Dinas TPH Batanghari, Mara Mulia Pane mengatakan, saat ini belum ada dampak Covid-19 terhadap kegiatan petani padi.

tribunjambi/abdullah usman
Ilustrasi Lahan pertanian 

TRIBUNJAMBI, BATANGHARI - Guna antisipasi menghadapi wabah corona virus disease 2019 (Covid-19), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Batanghari, meminta kepada petani padi mempercepat masa tanam.

Kepala Dinas TPH Batanghari, Mara Mulia Pane mengatakan, saat ini belum ada dampak Covid-19 terhadap kegiatan petani padi.

Tapi langkah antisipasi harus tetap dilakukan dengan mempercepat masa tanam.

Ia menyebutkan musim tanam padi 2020 dibagi dua tahap. Tahap pertama dimulai April hingga September dan tahap kedua dimulai Oktober 2020 hingga Maret 2021.

400 KK di Batanghari Bakal Dapat Bantuan Batanghari Tunai Sebesar Rp 600 Ribu, Ini Kata Syahirsah

Masa Pandemik Covid-19 dan Antisipasi Kemarau, Penangkar Benih Padi di Jambi Tetap Berproduksi

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan 1441 Hijriah yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Sedangkan musim tanam padi tahun lalu telah selesai sebelum wabah Covid-19 melanda.

"Mudah-mudahan padi maupun beras petani masih tersimpan," ujarnya.

Dinas TPH Batanghari telah mendistribusikan benih padi sebanyak 50 ton tahap pertama kepada petani. Sebanyak 25 ton telah di semai petani dan belum lama ini datang lagi benih padi 25 ton.

"Saya berharap petani segera melakukan percepatan tanam padi. Kita khawatir wabah Corona masih terjadi. Namun kita berdoa agar virus corona bisa berakhir dan petani bisa tenang di lapangan," ucapnya, Minggu (26/4/2020).

Sholat Ini Sangat Besar Pahalanya! Ini Niat & Tata Cara Salat Qobliyah Subuh Bulan Ramadhan 1441 H

Pasien Positif Corona di Jambi Bertambah 11 Orang, IDI: Ini Tidak Main-main Lagi

Promo Menarik KFC Hari Ini hingga Tanggal 30 April, Crazy Deal 9 pcs Ayam Hanya Rp 81.818

Ia berharap wabah corona jangan sampai menjadi pemicu penderitaan petani. Apalagi sampai petani kesulitan memenuhi kebutuhan bahan makanan akibat dampak sosial ekonomi.

Petani hendaknya mengikuti musim tanam sesuai anjuran dinas agar bisa menghasilkan produksi padi lebih baik.

"Tolong apa yang kami berikan kepada petani di lapangan bisa dipelihara dengan baik. Sehingga bisa menghasilkan produksi sesuai yang kita harapkan bersama," katanya.

Target luas penanaman padi tahun ini, kata Pane, berkisar 8000 hektare lebih dengan kebutuhan bibit tersedia hanya 100 ton. Sedangkan dinas hanya mampu memenuhi kebutuhan luas tanam padi 4 ribu hektare.

"Bantuan benih padi yang bisa dikatakan pasti berjumlah 2 ribu hektar karena sudah sampai di tingkat petani lapangan. Kami masih menunggu, mudah-mudahan penyaluran benih padi tidak berdampak terhadap kegiatan," ujarnya.

Ia khawatir terjadi pergeseran anggaran hingga berdampak kepada benih padi 50 ton lagi. Sebaran benih padi yang telah diberikan kepada petani merata di tujuh kecamatan, minus kecamatan bajubang.

"Karena kecamatan bajubang luasan hektar sangat sedikit. Kita telah distribukan mulai dari Pemayung, Muara Bulian, Muara Tembesi, Batin XXIV, Maro Sebo Ilir, Maro Sebo Ulu dan Mersam," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Ferrry Fadly)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved