Breaking News:

Virus Corona

Muslim Dunia Menangis Ramadan Kali Ini Bakal tanpa Tarawih di Sejumlah Daerah, Hilangnya Kebersamaan

Dunia Islam sedang bergulat dengan paradoks pandemi virus corona yang datang di waktu yang tidak tepat.

Kolase
Salat Tarawih 

TRIBUNJAMBI.C0M - Dunia Islam sedang bergulat dengan paradoks pandemi virus corona yang datang di waktu yang tidak tepat. Ramadan kali ini jelas menjadi berbeda jika wabah virus corona masih berlanjut.

Setiap bulan suci Ramadan, sejumlah hal penting adalah keluarga, kebersamaan, komunitas, refleksi, amal dan doa.

Dengan ditutupnya masjid-masjid, diberlakukannya jam malam dan larangan salat berjamaah dari Senegal hingga ke Asia Tenggara, sekitar 1,8 miliar warga Muslim seluruh dunia menghadapi Ramadan yang berbeda dari sebelumnya.

Ini Penyebab Angka Kematian Pasien Corona di Jepang Tergolong Rendah, Bisakah Ditiru di Indonesia?

Kebohongan Korea Utara Terbongkar, Tipu Dunia Bebas Corona, Ternyata Kasusnya Sudah Ada Sejak Maret

Melansir Reuters, di seluruh dunia Muslim, pandemi Covid-19 telah menimbulkan tingkat kecemasan baru menjelang bulan puasa suci, yang dimulai sekira Kamis mendatang.

Di Aljazair, Yamine Hermache, 67 tahun, biasanya menerima kunjungan kerabat dan tetangga di rumahnya untuk minum teh dan minuman dingin selama bulan itu ketika umat Islam berpuasa dari fajar hingga magrib. Akan tetapi, tahun ini dia khawatir hal itu akan berbeda.

"Kita mungkin tidak mengunjungi mereka, dan mereka tidak akan datang," katanya, menangis. "Coronavirus membuat semua orang takut, bahkan tamu-tamu terhormat sekali pun."

Video Warga Kampung di Yogyakarta Sambut Tenaga Medis Viral Tulis di Spanduk Selamat Datang Pahlawan

Kebohongan Korea Utara Terbongkar, Tipu Dunia Bebas Corona, Ternyata Kasusnya Sudah Ada Sejak Maret

Di negara di mana masjid telah ditutup, suaminya Mohamed Djemoudi, 73 tahun, khawatir tentang sesuatu yang lain.

"Aku tidak bisa membayangkan Ramadan tanpa Tarawih," katanya.

Di Yordania, pemerintah, berkoordinasi dengan negara-negara Arab tetangga, diharapkan mengumumkan fatwa yang menguraikan ritual Ramadan apa yang akan diizinkan, tetapi bagi jutaan Muslim, rasanya sudah sangat berbeda.

Dari Afrika ke Asia, virus corona telah menimbulkan bayangan suram dan ketidakpastian.

Halaman
123
Editor: Deni Satria Budi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved