Breaking News:

Harga TBS Merangkak Naik. Karet, Kopi dan Pinang Alami Penurunan Drastis

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mulai membaik di tengah wabah Covid-19. Dalam beberapa minggu belakangan ini

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Pekerja memasukkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam truk di salah satu tempat penampungan di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Sabtu (7/12). Salah satu komoditi pertanian yang naik di tingkat petani adalah sawit, di Jambi harga hasil pertanian naik 1,41 persen sehingga berimbas pada NTP. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi mulai membaik di tengah wabah Covid-19.

Dalam beberapa minggu belakangan ini TBS mulai merangkak naik. Pada periode 17-23 April kedepan naik Rp6.28 per kg atau menjadi Rp1.758,67 per kg.

Pada periode Minggu ini, harga TBS usia 3 tahun Rp1.384.50 per kilogram dari sebelumnya Rp1.380,31 per kg usia 4 tahun Rp1.467,12 per kg dari Rp1.461,95 per kilogram, usia 5 tahun Rp1.535,49 per kg dari harga Rp1.530,13 per kg pada periode sebelumnya. Selanjutnya TBS usia tanam 6 tahun Rp1.600,31 per kg dan usia 7 tahun Rp1.640,82 per kg dari Rp1.635,15 per kg.

Lalu untuk TBS usia tanam 8 tahun Rp1.674,72 per kg, usia 9 tahun Rp 1.708,33 per kg. Untuk usia tanam yang paling dianjurkan yakni 10-20 tahun dihargai Rp1.758,67 per kg dari Rp1.752,39 per kg. Usia tanam 21-24 tahun Rp1.704,10 per kg dan usia 25 tahun Rp1.622,89 per kg dari Rp1.616,76 per kg.

Selanjutnya, berdasarkan rilis harga yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, untuk Minggu ini harga Crude Palm Oil (CPO) Rp8.115,83 per kg. Sedangkan inti Sawit Rp4.389,27 per kg.

"Indeks K 87,65 persen, jadi kenaikan harga rata-rata TBS menurut umur tanaman sebesar Rp5,63 per kg," ujar Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Agusrizal, Minggu (19/4).

Dia juga mengatakan, kenaikan yang terjadi ini dipengaruhi oleh dolar. Selain itu, CPO digunakan sebagai bahan untuk pembuatan sabun.

"Selain itu, untuk sekarang kondisi karet, kopi dan pinang mengalami penurunan drastis, hanya tiga komoditi itu memang sedang turun drastis sehingga terjadi pengurangan permintaan. Ditambah lagi kafe-kafe juga dibatasi bukanya. Tapi untuk kelapa sawit dan kelapa stabil," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved