Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Arya Sinulingga Singgung Soal Pemaparan Erick Thohir soal Mafia Alat Kesehatan: Parah, Sibuk Dagang!

Permainan tersebut terjadi hampir di semua alat kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan di tengah pendemi, seperti APD, masker, hingga ventilator.

Tayang:
Editor: Tommy Kurniawan
Tribunnews/Abdul Majid
Erick Thohir 

TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga buka suara soal mafia alat-alat kesehatan yang sempat disinggung Erick Thohir beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat menyatakan bahwa Indonesia selama ini terlena dengan impor bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan ketimbang memproduksi sendiri di dalam negeri.

Oleh sebab itu, saat terjadi bencana nasional Covid-19 Indonesia ketergantungan dengan negara lain dalam hal bahan baku obat dan alat kesehatan.

Padahal, Arya Sinulingga menyatakan bahwa anak bangsa sebenarnya bisa memproduksi obat dan alat kesehatan sendiri.

Ariel NOAH Langsung Beri Jawab Soal Nomor Telponnya Disebut Pernah Diminta Putri Jamila

Tak Sengaja Ayah Angkat Syahrini Curhat Ungkap Bukti Soal Luna Maya dan Reino Barack

Mulai Besok Gelombang ke 2 Kartu Prakerja Dapat Rp 3,5 Juta, Link Lengkap di prakerja.go.id.

Promo Alfamart, Promo Indomaret dan Promo Alfamidi 19 April 2020, Ini Daftar Barang Turun Harga

Arya mengatakan bahwa di Indonesia sebenarnya telah ada tempat untuk meproduksi obat-obatan dan alat kesehatan.

Hanya saja, pruduksi tersebut merupakan pesanan dari luar negeri yang nantinya akan dikembalikan ke negara asal.

“Pabriknya ada, tapi bahan baku dari luar semua, Indonesia hanya tukang jahitnya doang."

"Orang luar bawa bahan baku ke tukang jahit, dia bayar tukang jahitnya, diambil barangnya, itu proses yang terjadi selama ini dan kita akhirnya impor juga barang tersebut."

"Karena bukan punya kita, itu milik yang punya bahan,” kata Arya dikutip dari Kompas TV, Minggu (19/4/2020).

Permainan tersebut terjadi hampir di semua alat kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan di tengah pendemi, seperti APD, masker, hingga ventilator.

Arya mengatakan bahwa Erick Thohir juga telah menguji beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Hasilnya, anak bangsa nyatanya mampu untuk memproduksi ventilator yang selama ini dibutuhkan.

Oleh sebab itu, Erick Thohir disebut telah berkomitmen untuk menugaskan tiga industri strategis pertahanan memproduksi alat tersebut apabila memang sudah siap.

"Ketika kemarin Pak Erick mengumpulkan beberapa perguruan tinggi dan Litbang, itu temen-teman UI dan ITB bisa buat ventilator," ujar Arya.

"Jadi sudah parah, dalam tempo sebulan artinya mampu, bangsa kita sudah mampu membuat."

"Dan pak Erick berkomeitmen, ketika nanti alat tersebut bisa dibuat maka pak Erick sudah menugaskan tiga industri strategis pertahanan yaitu PT. DI, Pindad dan LEN itu harus memproduksi ventilator ini."

"Mudah-mudahan kalau lulus uji klinis maka ventilator ini sudah bisa digunakan ataupun diproduksi oleh BUMN," lanjutnya.

Menurut Arya, Virus Corona telah membuka mata bahwa Indonesia selama ini terlalu sibuk berdagang dan tidak berusaha untuk membangun industri dalam negeri.

“Di sinilah Pak Erick Thohir menyatakan bahwa kita terlalu sibuk selama ini dengan trading, tidak berusaha membangun industri dalam negeri untuk mengadakan alat kesehatan, dan Corona ini jelas membuka mata kita."

“Nah di sini akhirnya Pak Erick melihat ada mafia-mafia besar baik global dan lokal yang mungkin bergabung, yang akhirnya membuat bangsa kita hanya sibuk berdagang, bukan sibuk produksi,” tandasnya.

Lihat videonya mulai dari awal:



Artikel ini telah tayang di , https://wow.tribunnews.com/2020/04/19/bahas-pemaparan-erick-thohir-soal-mafia-alat-kesehatan-arya-sinulingga-parah-terlalu-sibuk-dagang?page=all.
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved