Virus Corona di Jambi
Akibat Corona Tahun Ini Pasar Bedug di Tanjab Timur Terancam Ditiadakan
Dimana setiap tahunnya selalu ada pasar bedug yang didirikan untuk masyarakat berbuka usai puasa seharian.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Beberapa hari kedepan, umat muslim mulai memasuki bulan Ramadan.
Dimana setiap tahunnya selalu ada pasar bedug yang didirikan untuk masyarakat berbuka usai puasa seharian.
Pasar bedug di Kabupaten Tanjabtim terancam ditiadakan akibat virus corona yang masih mewabah.
• Dua Warga Muarojambi Positif Rapid Test Pulang dari Gowa Ternyata Tanpa Gejala Batuk dan Flu
• Download Lagu MP3 DJ Remix Tik Tok Terbaru 2020 Full Bass, Ada Video DJ Opus, DJ Slow Terpopuler
• Desa di Batanghari ini Produksi Masker Sendiri untuk Warganya, Sehari Bisa Buat 100 Buah
Pada tahun ini hal tersebut sepertinya akan sulit terjadi, pasalnya pihak pemda masih belum memastikan apakah akan mengadakan pasar bedug tersebut atau tidak.
"Terkait pasar bedug tadi kewenangan sepenuhnya kita serahkan ke pihak Kecamatan, nantinya pihak kecamatanlah yang memutuskan akan mengadakan pasar bedug atau tidak," ujar Kabid Perdagangan Disperindag Tanjabtim Afrinaldi, Minggu (19/4/2020).
Lebih lanjut dikatakannya pula, untuk operasi pasar dan operasi gas 3 kg hingga jelang Idul Fitri nanti akan terus dilakukan. Mengingat hal tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat.
"Memang saat kita melakukan operasi pasar di lapangan saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan yang telah kita siapkan terutama dalam hal antrian," ujarnya.
Terpisah Camat Sabak Timur Zulfaisal, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menuturkan, terkait pasar bedug tersebut untuk sementara ini pihaknya belum menerima informasi secara tertulis dari pemerintah kabupaten atau dinas terkait.
"Sampai saat belum ada instruksi, tetapi kalau begitu informasinya, maka kami mau pertemuan dulu dengan para kades dan lurah. Untuk diketahui apakah kita akan mengadakan pasar bedug atau tidak," pungkasnya. (Abdullah Usman)