Breaking News:

Virus Corona

Penelitian Terbaru Soal Virus Corona: Bisa Alami Kerusakan Parah Tubuh, Bukan Hanya Pernapasan

Tetap saja, dokter khawatir bahwa setelah semua ini berlalu, beberapa organ yang fungsinya telah dihancurkan tidak akan pulih dengan cepat

Daily Mail
Pasien virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona kini mulai jadi monok menakutkan bagi seluruh masyarakat.

Hingga kini angka kematian akibat virus corona terus bertambah di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia.

Namun ada juga sebagian dinyatakan sembuh dari wabah virus corona.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan pasien yang selamat dari penyakit Covid-19 yang diakibatkan oleh virus corona berpotensi menderita kerusakan tubuh, termasuk hati dan jantung.

Virus Corona Ditemukan di Air Comberan, Peneliti Takuti Hal Ini Terjadi, Akankah Terjadi Mutasi?

Ingatkan Pasien Agar Pakai Masker, Perawat Ini Justru Diserang Pria di Hadapannya, Pukulan ke Kepala

Dukung DirumahTerusMaju, Dapatkan Promo Paket Data 10 GB cuma Rp 22 Ribu dari Telkomsel

Bukti Toleransi Glenn Fredly Sangat Tinggi, Ini Video Ia Melantunkan Shalawat dengan Suara Emasnya

Dilansir Los Angeles Times via Kompas.com, studi tentang pasien yang pulih dari China, tempat penyakit ini pertama kali muncul pada November 2019, menunjukkan adanya gangguan fungsi hati dan jantung.

"Covid-19 bukan hanya gangguan pernapasan. Ini dapat mempengaruhi jantung, hati, ginjal, otak, sistem endokrin dan sistem darah," demikian Dr Harlan Krumholtz, seorang ahli jantung di Universitas Yale, kepada Los Angeles Times.

Menurut dia, peradangan dari respons kekebalan tubuh ada kaitannya dengan penyakit stroke dan serangan jantung.

Para peneliti juga bertanya-tanya apakah Virus Corona yang menyebabkan Covid-19 mungkin bisa tertidur di dalam tubuh selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Lalu kembali hidup, dengan cara yang sama, sebagaimana virus herpes yang menyebabkan cacar air dapat muncul kembali sebagai herpes zoster.

Seperti diketahui, belum ada yang selamat dalam jangka panjang dari penyakit yang sama sekali baru ini.

Halaman
12
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved