Advetorial

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara: Work From Home untuk Hindari Penyebaran Covid-19

DPRD Provinsi Jambi melihat kondisi saat ini berisiko untuk sering melakukan rapat tatap muka secara lansung. Apalagi dalam skala besar.

IST
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPRD Provinsi Jambi melihat kondisi saat ini berisiko untuk sering melakukan rapat tatap muka secara lansung. Apalagi dalam skala besar.

Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang semakin meluas.

Untuk itu, DPRD Provinsi Jambi menyarankan agar pemerintah mengalokasikan dana kepada Diskominfo untuk menyiapkan sistematika dan pelatihan bagi user mengenai video conference.

Hal ini sudah dilakukan di berbagai negara termasuk di dalam negeri rapat komisi dan fraksi di DPR RI.

"Kita mulai memanfaatkan teknologi untuk tetap produktif tapi tetap menjaga jarak," ujar Pinto Jayanegara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.

Wakil Ketua DPRD Pinto Jayanegara: Manfaatkan Teknologi untuk Jual Beli Online saat Covid-19

DPRD Provinsi Jambi Setujui Tambah Anggaran Rp 200 Miliar untuk Tangani Covid-19, Edi: Validasi Data

Dengan kondisi saat ini sudah seharusnya pemerintah menerapkan work from home (WFH) tetapi tetap bisa bekerja melalui video conference.

Namun Pinto menyayangkan di Provinsi hal ini belum diterapkan secara maksimal.

Dampak ekonomi akibat corona di depan mata, kita harus belajar dari pengalaman negara lain.

Terkait hal ini, Pinto juga berpendapat agar jaringan internet mulai digratiskan agar dapat dimanfaatkan dengan baik selama pandemi ini.

Wakil Ketua DPRD Pinto Jayanegara: Manfaatkan Teknologi untuk Jual Beli Online saat Covid-19
Wakil Ketua DPRD Pinto Jayanegara: Manfaatkan Teknologi untuk Jual Beli Online saat Covid-19 (Istimewa)

WFH solusi untuk di perkotaan dan pejabat. Untuk di wilayah pedesaan bisa memulai kreatif dengan jual beli online. Kemudian pemda harus menjaga stabilitas harga produk pangan dan produk perkebunan.

Membeli produk2 petani & stop impor pangan sejenak, produk lokal yang menjadi prioritas.

Masyarakat di pedesaan hendaknya tetap bekerja seperti biasa, ke kebun & ke ladang . Sementara mengurangi ke kota.(adv)

Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved