IHSG

Inilah Saham-saham yang Perlu Anda Hindari saat Pembatasan Sosial Skala Besar Diterapkan

Mulai Jumat (10/4) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) di Jakarta mulai diterapkan.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Jakarta, Selasa (7/4/2020). IHSG ditutup melemah 33,19 poin atau 0,69 persen ke level 4.778,64 dihari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mulai Jumat (10/4) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) di Jakarta mulai diterapkan.

Berarti, mobilitas masyarakat mengalami pembatasan dengan adanya status ini. Sebab, beberapa kegiatan seperti pendidikan, tempat kerja, hingga kegiatan keagamaan pun dibatasi.

Analis menilai, beberapa sektor akan mengalami pukulan hebat jika PSBB dan social distancing ini mulai diterapkan. Salah satunya adalah emiten sektor perdagangan kecil (ritel).

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian mengatakan, kinerja emiten ritel khusunya yang berhubungan dengan sandang seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan tertekan selama penyebaran Covid-19 masih terjadi.

“Jika keadaannya seperti ini, masyarakat sudah tidak berpikir untuk membeli pakaian, karena masyarakat lebih memikirkan sesuatu untuk menyambung hidup,” ujar Robert kepada Kontan.co.id, Kamis (9/4).

Mulai Jumat Jakarta PSBB, Semua Pusat Perbelanjaan di Ibu Kota Tidak Beroperasi

Masyarakat pun lebih cenderung mengeluarkan uangnya untuk keperluan bahan pokok dan produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan obat-obatan. Lebih lanjut, persaingan dengan toko online juga turut menjegal emiten ritel konvensional seperti LPPF.

Untuk diketahui, LPPF sendiri telah menutup seluruh gerainya terhitung mulai 30 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan seiring pencegahan Covid-19.

Robert memperkirakan, peritel yang lain akan melakukan hal yang sama apabila kondisi semakin memburuk.

Dengan adanya pembatasan sosial Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyarankan investor agar menghindari saham-saham yang berkaitan dengan sektor otomotif dan transportasi, sebut saja saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Indomobil Sukses International Indonesia Tbk (IMAS), dan saham PT Blue Bird Tbk (BIRD).

IHSG Ditutup Menguat pada Perdagangan Kamis (9/4), 8 Sektor Saham Topang Kenaikan

Selain itu, William juga menyarankan investor untuk menghindari saham yang berhubungan dengan bisnis transportasi lain seperti saham PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) dan saham emiten penyedia jalan tol seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

“Saham otomotif dan transportasi disarankan wait and see dulu,” terang William.

Di sisi lain, William merekomendasikan investor untuk mulai mencermati saham-saham yang bergerak di bidang barang konsumsi, seperti saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), hingga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

IHSG Tengah Fluktuatif, Saatnya Beralih Saham. Berikut 20 Saham yang Konsisten Memberi Dividen

Sebab, permintaan akan makanan dan minuman tidak akan menyusut sekalipun terjadi krisis.

Artikel ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Hindari saham-saham ini saat pembatasan sosial skala besar mulai diterapkan

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved